Blibli.com Wujudkan Kreasiku Jadi Bisnis

Hari ini saya akan bercerita tentang Blibli.com Wujudkan Kreasiku Jadi Bisnis. Simak yaaa


Saya sedang senang menikmati gambar-gambar warna-warni bullet journal. Atau yang biasa disebut dengan bujo. Semacam jurnal harian yang dibuat secara manual. Ditulis tangan. Di buku yang di dalamnya ada serentetan titik yang urut. Bukan garis.

contoh bullet journal

Saya jadi ingat dengan kegiatan mengisi buku harian atau diary yang dulu kerap saya lakukan. Dulu. Ketika sekolah. Berseragam putih-biru. Ataupun putih-abu.

Sejak dulu saya suka menulis buku harian. Saya hobi mengoleksi agenda. Setiap ganti tahun, agenda harus ganti juga. Padahal tidak tuntas diisi hingga bulan Desember.

Dulu saya biasa mencari agenda yang sudah dihias segala macam. Ada kalender. Ada memo. Ada frame tempat menempel foto. Bahkan ada quote dari tokoh ternama.

Biasanya, agenda itu saya dapatkan dari majalah. Bonus akhir tahun. Atau juga sebagai hadiah setelah pembelian sekian puluh ribu dari produk kecantikan. Salah satu gerai fastfood di Indonesia bahkan menjadikannya menu untuk dibeli.

Mencari agenda yang sudah ‘jadi’ seperti itu memang susah. Tidak dijual di toko buku. Agenda yang dijual di toko-toko buku biasanya sangat formal. Untuk orang kantoran.

contoh bullet journal dari bulletjournal.com

Saya bahkan pernah mencoba membuat agenda sendiri. Bahannya murah meriah. Cuma kertas warna-warni. Dicetak dengan gambar di bagian ujungnya. Di-fotokopi. Lalu dibendel dengan kawat ring berwarna putih.

Sepertinya itu di tahun 2009 atau 2010-an. Saat ketika saya perdana memiliki kawan dekat laki-laki. Isinya bisa ditebak. Rasa galau, malu, bahagia, cemburu, marah, dan juga sedih.

Ah. Sudah. Itu sudah cerita lama. Yang jelas, saya senang bisa membuat agenda sendiri. Salah siapa, tak ada yang jual agenda bagus.

Beruntung mata saya teralihkan pada bujo. Bullet Journal. Diciptakan oleh Brooklynite Ryder Carroll. Ini sebuah metode berkreasi dengan jurnal harian. So, tak perlu beli buku harian yang sudah ‘jadi’. Beli saja agenda kosong. Lalu aplikasikan teknik bujo ini.

Ha! Ini dia kreasi saya.

Sunnah Habit Tracker Bullet Journal
Sunnah Habit Tracker

Masih serampangan ya? Hahaha… Tapi saya jadi berpikir ‘Gimana kalau kreasiku ini jadi bisnis ya?’ Gimana kalau saya bikin bisnis agenda saja ya

Membuat agenda yang sudah ada kalender, memo, dan frame-frame untuk foto. Basic-nya tipe bullet journal. Jadi orang masih bisa berkreasi dengan teknik bujo favoritnya. Masih ada sisi personalnya.

Bukan apa-apa. Tapi menulis buku harian itu bisa menjadi ‘self healing‘. Saya merasa lebih tenang setelah menulis di buku harian. Lebih tenang ketimbang menulis di blog. Sebab, saya bisa langsung berkreasi dengan jenis tulisan, bentuk, dan warna-warna.

Rumit ya sebenarnya. Karena kita harus membuatnya sendiri. Tapi, kalau kata neuroscientist Daniel Levitin, kerumitan saat mengisi bullet journal itu justru membuatnya lebih efektif. Lebih efektif untuk mengusir stress.

“Bullet Journal memaksamu membuat sendiri grafis dan simbol. Ini memerlukan kemampuan motorik dan kognitif. Tanpa kamu sadari, kegiatan ini akan melepaskanmu dari stress lantaran fokus pada satu hal terlalu lama,” kata penulis buku The Organized Mind itu.

Cold Tracker Bullet Journal
Cold Tracker Mas Cilik

Selain itu, ada juga manfaat lain dari kegiatan bujo ini. Menurut saya.

1. Membantu Kita Mengingat

Mungkin ada yang seperti saya. Ketika bangun pagi, raga masih di atas kasur. Tapi pikiran sudah mengembara ke hutan belantara (eh?!). Sering saya sudah memikirkan apa yang harus saya lakukan di hari itu. Mau masak apa. Mau belanja apa. Mau ngapain aja.

Kalau tak ditulis, pasti ada yang terlupa. Sering saya harus beberapa kali pergi ke kedai karena ada barang yang lupa dibeli. Untung kedainya di depan rumah. Kalau sampai berkilo-kilometer jauhnya, ya sudah, besok-besok saja.

Nah. Bujo ini membantu sekali untuk mengingat hal-hal apa saja yang harus saya lakukan. Halaman meal planner juga membantu untuk merencanakan menu yang akan dimasak hari itu. Dan…

2. Membantu Kita Berhemat

Dengan mencatat pengeluaran, kita jadi tahu seberapa borosnya kita. Atau malah seberapa hematnya kita? Kita jadi tahu, pos pengeluaran mana yang paling besar dan mana yang paling kecil.

Akhirnya, kita jadi terpacu deh untuk memperbaiki pola belanja kita sehari-hari. Dan terpacu pula untuk mengatur keuangan dengan lebih baik. Seperti yang saya lakukan. Saya ingin tidak lagi besar pasak daripada tiang.

3. Sebagai Dokumentasi Bulanan

Jangan kaget kalau di akhir bulan nanti kita bisa mendapat satu kesimpulan besar. Wah, ternyata kita sudah melakukan hal ini yah. Eh, ternyata saya tidak sekonsisten itu. Atau. Wah, rajin juga aku melakukan hal ini.

Jadi semangat lagi deh untuk mendokumentasikan kegiatan keseharian untuk bulan yang akan datang. Mungkin, tanpa kita sadari, tingkat stress kita di bulan itu (setelah menulis bujo) berkurang.

Nah, dengan menjual agenda bujo ini setidaknya saya bisa mengajak orang lain untuk rileks. Mengalihkan pikirannya dari hal-hal yang membuatnya stress. Menyenangkan dirinya sendiri.

Meal Plan Bullet Journal
Meal Plan Mas Cilik

Tapi… Dijual di mana ya?

Oiya! Dengar-dengar BliBli punya lapak baru untuk produk unik. Stalking BliBli dulu ah! Lapak untuk produk unik itu namanya KREASIKU.

Kreasiku berada di menu teratas Blibli.com

Kreasiku ini sebuah kategori dari BliBli.com untuk produk-produk handmade. Alias hasil kreasi tangan sendiri. Kerajinan tangan. Asli buatan tangan orang Indonesia.

Kalau kita punya produk hasil karya sendiri, kategori Kreasiku Blibli.com ini rasanya pas untuk memasarkannya.

Coba tengok nih tagline-nya:

“Cintai Indonesia dengan Beli Produk Lokal 100% Asli Indonesia di Kreasiku Blibli.com”

Produk Kreasiku ini ada banyak variannya. Blibli.com membaginya menjadi enam boks. Yaitu, boks Rumah & Dekorasi, boks Seni & Kerajinan Indonesia, boks Dunia Makanan, boks Perawatan & Kecantikan, boks Fashion Moda, dan boks Dunia Muslim.

Pilihan Produk Kreasiku di Blibli.com

Kalau saya jadi bikin agenda, bakal masuk ke varian Seni & Kerajinan Indonesia yah. Di sub-kategori buku tulis, jurnal, dan stationary. Tapi nih, harus semangat! Karena pengrajin-pengrajin yang masuk di BliBli.com ini oke punya. Berkarakter pulak.

Lihat saja Novita Dwi Parastuti. Pengrajin fashion dengan label NDP – akronim namanya. NDP memulai gerakannya di tahun 2012 dengan brand My Daily Hijab. Namun, khusus untuk Blibli.com, NDP membuat produk handmade dengan teknik jumputan atau tie dye. Atau shibori. Batik jumputan adalah jenis batik yang dikerjakan dengan teknik ikat celup untuk menciptakan gradasi warna yang menarik.

Profil NDP di Blibli.com

Bukan hanya berkarakter di produk, NDP juga punya karakter sosial. Dalam proses produksinya, NDP mengajak para ibu rumah tangga. Juga para difabel. Keren yah.

Selain NDP, ada juga Natalie. Yang punya Rollie Bakery & Cookies itu. Produk kreasinya yang dijual di Kreasiku Blibli.com adalah Koekis Keren. Ini camilan. Kue kering keju aren. Punya rasa dan aroma keju yang kuat dan disalut dengan gula aren. Unik yah.

Profil Natalie di Blibli.com

Wuih… Keren-keren yah produk di Kreasiku. Ini bukti produk lokal tidak kalah sama produk luar. Produk lokal bisa bersaing. Bahkan lebih unik.

Jadi, tetap bikin agenda atau tidak nih? Isi formulirnya dulu yuk! [w]

Cara Mudah Pasarkan Produk Kreasiku di Blibli.com

Comments

  1. Sujanto Tedja

    Jadi ingat dulu hobi menulis di buku catatan. Dan ternyata banyak yang diingat sampai sekarang hal2 yang pernah ditulis. Memang bagaimanapun, menulis tetap menjadi hal yang perlu terus dilakukan. Nice article

    1. Post
      Author
    1. Post
      Author
  2. Lina W. Sasmita

    Saya juga semasa sekolah SMA dulu rajin buat jurnal harian di agenda dan diary. Sekarang semenjak menulis blog aktifitas berubah dari membuat jurnal jadi membuat list untuk tema atau judul blog. Lumayan membantu untuk mengingatkan jika lupa mengerjakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *