Category: Keluarga

Pengalaman Kedua Berkereta Bersama Abdillah, si Bocah Lanang

KA Ekonomi Jayabaya Malang —Semarang Alhamdulillah. Ada kesempatan untuk berganti kereta api. Kalau kemarin menumpang di KA Matarmaja, sekarang di KA Jayabaya. Sama-sama kelas ekonomi, tapi lebih lega. Lutut tak saling bersinggungan. Hanya saja, jam keberangkatan KA Jayabaya itu tengah hari. Kereta ini berangkat pukul 11.45 dari Malang. Ini jam-jam Abdillah tidur. Meskipun nanti, agak jam 14-an dia bangun. Trus tidur lagi jam 16 atau kalau tak kunjung tidur ya baru bisa tidur ketika maghrib. Daaan…

Berada di Kelas Matrikulasi Itu …

Assalamualaykum, Sahabats! Kali ini saya mau bercerita soal kegiatan baru saya. Kegiatan yang menyentak, menampar, mencabik-cabik, sekaligus merangkul sembari memberikan tepukan lembut di punggung saya sebagai ibu. Kegiatan itu adalah perkuliahan dasar di Institut Ibu Profesional (IIP). Perkuliahan dasar ini disebut Matrikulasi. Sebenarnya masih belum bisa dibilang masuk ke materi utama tapi inilah dasar memasuki kuliah menjadi ibu yang pro. Fondasi awal kelas Matrikulasi disebut juga dengan Foundation. Baru masuk aja sudah tertampar dan tercabik-cabik

Pengalaman Pertama Berkereta Bersama Abdillah, si Bocah Lanang

KA Ekonomi Matarmaja Semarang – Malang Seperti berkendara di lorong waktu menuju masa lalu. Terlebih jika melihat anak-anak muda dengan pakaian seadanya dan tas yang menggumpal duduk di set kursi yang berhadap-hadapan. Mereka cekikikan, mengobrol ngalor-ngidul, membahas apa saja, bercerita suka-suka, mengindahkan yang lain tapi tak mau mengambil pusing. Ha, saya pernah seperti itu. Sok-sokan mau traveling tapi dengan budget terbatas. Intinya sih menggembel bersama. Dari Jakarta ke Malang. Bukan mau ke Bromo, tapi Sempu.

Berenang Asyik di Ngrembel Asri

Assalamualaykum, Sahabats! Alhamdulillah akhir pekan kemarin kami menghabiskan sebagian waktu dengan berwisata alam di Ngrembel Asri. Bukan 100% wisata alam sih, tapi sebagian besar lokasinya dipenuhi oleh tanaman hijau. Sangat asri, seperti namanya. Ngrembel Asri ini berada di wilayah Gunung Pati. Masih masuk wilayah Kota Semarang, hanya saja agak jauh dari pusat kota. Spot wisata ini bisa dijangkau baik dari Kota Ungaran maupun dari Kota Semarang. Kami berangkat dengan menumpang taksi online. Kami pikir akan

Menambah Berat Badan Bayi Baru Lahir

Semakin ke sini, saya semakin yakin, seminggu pertama setelah melahirkan merupakan saat-saat sulit bagi para ibu, terutama ibu yang baru melahirkan anak pertama. Di minggu pertama ini, berat badan bayi biasanya turun sekian persen hingga 10% dari berat lahir. Ini yang suka bikin panik. Abdillah terlahir dengan berat badan kecil, 2,7 kilogram. Di atas berat badan minimal, memang, alhamdulillah. Namun, tetap waspada pada penurunan yang bakal terjadi. Seminggu pertama, berat badannya turun 4 ons jadi

#BARUJADIIBU : Popok Kain atau Pospak?

Akhir-akhir ini, benak sering di-sliweri keinginan untuk berhenti menggunakan popok sekali pakai (pospak). Alasan idealisnya, pengin ikut andil dalam gerakan zero waste. Alasan realistisnya, mahal. Abdillah cukup boros pakai popok. Sehari, dia bisa ganti 6 sampai 8 pospak. Ini masih lebih mending daripada waktu baru lahir (newborn). Ketika newborn, dia bisa habis 12 pospak dalam sehari. Mamak geleng-geleng kepala. Eeknya sering sekali – alhamdulillah. Kalau eek gitu kan harus langsung diganti kan? Atau bayang-bayang ruam

Eid Al Fitr 1439 H: Puaskan Dahaga Silaturahimmu

Assalamualaykum, kawan… Pemerintah memberikan cuti Lebaran yang sangat panjang di tahun ini. Jika biasanya hanya dua atau tiga hari saja, kali ini sampai satu minggu. Yang tetap bekerja di kala cuti itu senang karena uang lembur besar, yang tidak kerja pun bahagia karena bisa bertemu keluarga. Kamu termasuk yang mana? Tahun ini, Idul Fitri kedua saya sebagai ibu rumah tangga – ibu yang bekerja di ranah domestik. Panjang-pendeknya cuti Lebaran sebenarnya tak terlalu berpengaruh karena

Eid Al Fitr 1439 H: yang Patah Tumbuh, yang Hilang Berganti

Bismillah… Setiap kali ada kabar duka, timbul pertanyaan dalam benak: “Siapa di antara orang tua saya yang akan duluan?” Secepat kilat segera saya tepis pertanyaan itu. Takut menjadi doa. Saya belum siap kehilangan. Namun, saat itu tiba juga. Rupanya papa yang lebih dulu ‘pulang‘. Ini Ramadan dan Lebaran pertama yang saya lalui di Semarang tanpa papa. Saat Ramadan, perbedaan itu muncul di meja makan. Mama tak terlalu bersemangat menyajikan masakan. ‘Masak sendiri, dimakan sendiri,’ begitu

#BaruJadiIbu: Ngotot Menyusui Meski Kena Milk Blister

Saya baru tau tentang milk blister dari postingan sodara di instastory-nya. Dia mem-posting satu titik putih yang kecil. Di halaman lainnya, dia mem-posting asip dari payudara dengan dan tanpa milk blister. Semacam perbandingan gitu. Well, ternyata beda hasilnya. Saya langsung googling deh apa itu milk blister. Dijawabnya, milk blister itu bintik putih pada puting ibu seperti jerawat. Sebutan lainnya itu jerawat puting. O Mak, puting pun bisa berjerawat. (baca: Kamus Istilah Menyusui) Kenapa jerawat itu

Dilanda Baby Blues Syndrome, Berjemurlah

Bisa nonton drama korea lagi sampai habis delapan episode dalam sehari itu rasanya anugerah sekali. Dan saya tidak menyangka, waktu luang saya sebanyak itu. Rasanya, dulu – di awal-awal kehadiran Abdillah, hampir-hampir saya tidak punya waktu sekalipun hanya untuk buang air kecil. Mungkin inilah yang harus dilakukan para mamak-mamak-baru: jalani sesantai mungkin. Ya mungkin istilahnya itu berdamai dengan bayimu. Buat jadwalmu se-fleksibel mungkin dan bersenang-senanglah dengan bayimu. Saya tahu, berkata-kata itu semudah membuang ludah di

Top