Category: Cerita Wenny

Saya Wenny. Sebenarnya sebagian besar dari tulisan di blog ini berisi pengalaman saya dan itu menjadi cerita dari saya. Namun, saya membutuhkan kategori ini untuk menampung curhat-curhat ke-baper-an hati saya.

Panen Sawi

Urusan domestik, yang tak lain, adalah demi memuaskan hasrat minat diri. Atau dalam istilah lainnya mengerjakan hobi. Abah sibuk bertanam-tanam sementara saya melakukan eksperimen di dapur.

Perjalanan Panjang ke Selatpanjang (Bagian 1)

Setelah sepekan berlalu, baru bisa kumenepuk pundak sendiri. “Kamu bisa, Wen!” Alhamdulillah. Memang terasa sekali Allah memudahkan perjalanan kemarin. Hingga kami bisa tiba di Selatpanjang dengan selamat. *** Rabu, 29 Agustus 2018. Pukul 23.00 wib.   Astaga, ketiduran! Ingin rasanya memarahi diri karena tak bisa menahan kantuk saat menyusui Abdillah malam itu. Tapi, sudah bangun pun rasa penat masih tertinggal di badan. Tandanya, ini capek beneran. Kutengok Abdillah, masih pulas tidurnya. Mama, embak, dan duo

Tentang Ibu Profesional, Kebanggaan Keluarga

♥ Nice Homework #2 ♥ Sejak lama, saya selalu berpikir, yang namanya ‘ibu’ itu ya harusnya di rumah. Ngurus anak, ngurus suami. Stay-at-home-mom gitu kalau istilahnya sekarang. Namun, setelah bergabung di Institut Ibu Profesional (IIP), pandangan itu harus saya hapus. Seorang ibu tidak harus yang menyandang predikat ‘IRT ~Ibu Rumah Tangga’. Makanya sekarang ada istilah worked-mom. Seorang ibu, yang profesional, adalah yang bisa seimbang dalam mengerjakan tugas dan membersamai anak dan suami. Lebih lanjut, mba fasil(itator) Marita Ningtyas mengatakan, ibu

Mari Menuntut Ilmu Menjadi Ibu Sukses nan Bahagia

♥ Nice Homework #1 ♥   Tentukan satu jurusan ilmu yang akan Anda tekuni di universitas kehidupan ini.   Ketika pertanyaan itu mendarat di hadapan, otak lalu berpikir, “Mau belajar apa lagi? Ngeblog, jualan, masak, atau jahit?” Sudut lain dari otak pun menjawab, “Belajar apalah gitu yang penting bisa jadi duit.” Suara dari dua sudut itu terus bertukar kata. Tangan saya masih berkutat dengan air dan busa sabun cucian. Piring kotor menumpuk. Tetiba ada suara

Berada di Kelas Matrikulasi Itu …

Assalamualaykum, Sahabats! Kali ini saya mau bercerita soal kegiatan baru saya. Kegiatan yang menyentak, menampar, mencabik-cabik, sekaligus merangkul sembari memberikan tepukan lembut di punggung saya sebagai ibu. Kegiatan itu adalah perkuliahan dasar di Institut Ibu Profesional (IIP). Perkuliahan dasar ini disebut Matrikulasi. Sebenarnya masih belum bisa dibilang masuk ke materi utama tapi inilah dasar memasuki kuliah menjadi ibu yang pro. Fondasi awal kelas Matrikulasi disebut juga dengan Foundation. Baru masuk aja sudah tertampar dan tercabik-cabik

Dilanda Baby Blues Syndrome, Berjemurlah

Bisa nonton drama korea lagi sampai habis delapan episode dalam sehari itu rasanya anugerah sekali. Dan saya tidak menyangka, waktu luang saya sebanyak itu. Rasanya, dulu – di awal-awal kehadiran Abdillah, hampir-hampir saya tidak punya waktu sekalipun hanya untuk buang air kecil. Mungkin inilah yang harus dilakukan para mamak-mamak-baru: jalani sesantai mungkin. Ya mungkin istilahnya itu berdamai dengan bayimu. Buat jadwalmu se-fleksibel mungkin dan bersenang-senanglah dengan bayimu. Saya tahu, berkata-kata itu semudah membuang ludah di

#BaruJadiIbu: Ketika Mamak Nggak Paham Kode Bayi Lapar

Bersyukur sekali bisa pulang ke rumah, di hari ketiga setelah lahiran. Pas ngeliat kasur, rasanya ingin rebahan dan tidur sepuasnya. Tapi… “Tiap dua atau tiga jam sekali anaknya harus nyusu ya, Bu. Nggak usah disuruh-suruh harus udah ngerti, dua jam sekali nyusui anak. Keluarga juga harus ingatkan ibunya buat nyusuin,” kata dokter anak. Alhasil, saya selalu melihat jam setiap kali menyusui. Kalau sudah selesai, menghitung kapan lagi Baby Ab harus bangun. Sebelah tangan lalu bergerak-gerak

Enak-Nggak Enak Lahiran Sesar

Di RS Roemani, ibu hamil yang ingin lahiran sesar harus mendaftarkan diri sehari sebelum persalinan. Jadi, jika saya menginginkan operasi di hari Senin, saya harus sudah datang ke rumah sakit di hari Minggu. Saya datang di Minggu sore. Pendaftaran dilakukan di IGD. Berbekal surat rujukan dari dokter, saya mendaftar di lobi IGD. Saya pikir pendaftarannya akan memakan waktu lama. Rupanya tidak. Petugas hanya menelepon sekali untuk menanyakan ketersediaan kamar yang sesuai dengan kelas BPJS saya.

‘Bye-bye’ Lahiran Spontan

Sejak awal – bahkan sebelum, hamil, terbersit keinginan untuk bisa lahiran spontan. Pasalnya, seperti embak, saya memakai kacamata dengan minus tinggi. Dan di kedua persalinannya, embak melakukannya dengan membelah diri alias operasi sesar. Saya sepenuhnya yakin, kelak persalinan saya akan seperti embak. Namun, di trimester ketiga kehamilan, saya mulai memantapkan hati untuk bisa melahirkan secara spontan. Saya mencari tahu tentang hypnobirthing – metode melahirkan minim trauma, memaksimalkan posisi dedek bayik di panggul hingga mudah dilahirkan,

Top