Ketika Mas Cilik Susah Tidur

Jurnal Kegiatan AnakNo Comments

You Are Here:Ketika Mas Cilik Susah Tidur

Semalam, Mas Cilik susah tidur. Lambat sekali. Pukul 23 baru bisa terlelap. Yang paling menakutkan, dia seperti melihat sesuatu dan menangis karenanya.

Sebenarnya, dia sudah hampir terlelap pada pukul 20. Tapi karena kepanasan, sepertinya, dia terbangun lagi. Dan seperti bangun pada pagi hari, dia bugar dan ceria.

Dia minta keluar kamar. Karena aku kebetulan belum makan malam, kubawa dia keluar. Begitu keluar, dia bahagia sekali. Berlari ke sana ke mari.

Bahkan terjatuh-jatuh pun tak marah. Dia juga tak mengacau ketika saya makan. Biasanya, dia menempel terus tak mau jauh-jauh dari umminya saat umminya makan.

Setelah menunaikan urusan pribadi selama 30 menit, kembali kuajak Mas Cilik masuk kamar. Memintanya tidur. Tapi cuma sekitar lima menit menyusu, ia tak mau terpejam. Ia mulai mengganggu abahnya yang sedang tidur. Sampai marah abah dibuatnya. Jadilah kubawa ia keluar kamar lagi.

Buku Aku Cinta Nabi
Ketika Mas Cilik susah tidur, kami membaca buku Aku CInta Nabi ini.

Aku duduk di kursi dan ia berlari ke sana ke mari. Sesuka hatinya. Aku bernyanyi tentang bintang dan bulan. Lalu ketika ia berada di dekat jendela depan, aku bertanya apakah ada bulan di langit. Ia pun mendongak. Sesaat itu ia langsung menjerit dan menutup matanya. Lalu berlari ke arahku.

Aku kaget dan mulai memanfaatkan momen itu untuk membawanya masuk ke kamar. Tapi matanya beralih ke atas pintu kamar. Lalu kembali menjerit dan menutup matanya.

Kami masuk kamar tetapi tangisannya malah menjadi-jadi. Abahnya terganggu. Aku ingin membawanya keluar kamar lagi tapi aku pun takut. Namun, karena tangisannya semakin keras – seperti ada sesuatu di dalam kamar, aku membawanya keluar kamar lagi.

Sambil merapal Ayat Kursi dan menghembuskannya ke wajah dan badannya, aku menggendongnya keluar kamar. Ia meminta dibawa ke ruang tengah yang saat itu gelap karena lampu sudah dimatikan. Ia tenang berada di sana.

Kurapalkan Surat An-Naas, Surat Al Falaq, dan Surat Al Ikhlas lalu menghembuskannya ke badannya. Dari kepala hingga kaki. Perlahan kubawa ia masuk ke kamar. Ia agak enggan. Kubawa satu buku supaya ia teralihkan.

“Kita baca buku di kamar ya…,”

ajakku.

Betapa jantung ini deg-deg-an. Takut tiba-tiba ada yang muncul di depan mata.

Sampai di dalam kamar, kunyalakan lampu. Terang benderang. Abah sedikit kaget dan Mas Cilik masih mengawasi langit-langit kamar. Aku berlagak tak tahu dan kuajak ia membaca buku.

“Bapak.. Bapak..,”

ucap Mas Cilik.

Ia membuka halaman belakang buku dan mengeluarkan gambar bongkar pasang berupa seorang pria. Ia menyerahkan padaku dan kemudian kusisipkan di Kapal Nabi Nuh AS.

Ini buku pop-up Aku Cinta Nabi hadiah dari budenya – Bunda Kakak Rayya dan Mas Rafif. Mas Cilik suka dengan gambar bongkar pasangnya. “Bapak..Bapak..Bapak..,” katanya setiap kali melihat buku itu.

Buku Aku Cinta Nabi

Buku itu cukup ampuh untuk mengalihkan perhatiannya. Mengapa tak daritadi saja kuajak ia membaca buku sehingga hal itu tak terjadi. Ah, kita tak boleh menyesali hal yang sudah berlalu.

Ketika ia asyik memainkan seragam ‘bapak kapten’, kuambil ponsel dan memotretnya. Lambat laun kami lupa dengan buku lantaran galeri dalam ponsel. Kami melihat foto dan videonya. Ketika kemudian kututup ponsel, ia merengek enggan. Akhirnya, karena waktu sudah menunjukkan pukul 22 sekian, aku memutuskan untuk tidur.

Aku berkata padanya sudah mengantuk dan ingin tidur. Kupejamkan mata. Ia mendekat dan mulai menyusu. Dan alhamdulillah, dia berhasil tidur hingga keesokan harinya.

Udara keesokan paginya sejuk. Padahal malam sebelumnya agak gerah yang menurutku sudah membuat Mas Cilik susah tidur. Sebab, kipas angin tak bergerak. Abahnya sudah di dalam kamar dan mencoba tidur. Ia sedang tak bisa kedinginan, sekalipun itu karena kipas angin. Jadi aku tak menyalakan kipas angin. Akibatnya, demikianlah itu. Apapun itu aku bersyukur bisa melalui malam yang mungkin sulit terlupa itu. [w]

About the author:

Ibu rumah tangga baru yang sedang belajar menjadi calon ibuk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top