Review Ghost (Phantom) Drama Korea

Drama KoreaNo Comments

You Are Here:Review Ghost (Phantom) Drama Korea

Aku menulis lagi. Masih tentang drama Korea. Yang baru selesai kutonton. Serial action. Seputar dunia kepolisian dan hukum. Judulnya Ghost (Phantom).

Alasan kutonton serial ini karena pemainnya. Aku suka So Ji-Sub. Itu setelah menonton serial My Venus Daegu.

Rupanya setelah kutonton, penasaran juga sama jalan ceritanya. Cuma, memang sempat bosan di pertengahan episode. Karena setiap episode selalu ada adegan pembunuhan. Ngeri juga ngeliatnya.

Dipaksakan juga kutonton. Lalu penasaran, bagaimana akhir ceritanya. Karena semua jalan solusi sudah dipaparkan tapi juga selalu bisa dipatahkan. Bagaimana coba?

Nah, inilah dia.

Ghost (Phantom) (2012) ini bercerita tentang polisi dari unit investigasi siber yang berusaha mengungkap satu kasus pembunuhan. Awalnya memang satu pembunuhan. Tapi demi menutupi pembunuhan itu, terjadilah pembunuhan-pembunuhan selanjutnya.

Kasus pembunuhan awal itu pada Pimpinan CK Elektronik Sang-Won. Ia dibunuh karena mengetahui rahasia perusahaan tempat ia bekerja sebelumnya, Sekang.

Sekang adalah perusahaan besar di Korea. Ia menguasai hampir segala sektor di Korea. Namun, ternyata, Sekang menyuap banyak pejabat. Termasuk polisi dan jaksa.

Sang-Won menduduki jabatan sebagai Kepala Keuangan di Sekang. Dan ia memiliki daftar kucuran dana suap tersebut. Daftar itu ia simpan di laptop-nya.

Karena merasa nyawanya terancam, laptop itu ia serahkan ke seorang polisi dari Unit Investigasi Siber NPAC. Namanya, Kim Woo-Hyun (So Ji-Sub). Sejak menerima laptop itu, Woo Hyun mulai mengadakan investigasi khusus.

Ternyata benar. Sang-Won dibunuh. Tepat di depan mata Kim Woo-Hyun. Woo-Hyun gusar. Ia merasa melakukan hal yang salah.

Permasalahan mulai muncul ketika seorang artis papan meninggal. Namanya Shin Hyo-Jung. Ia dianggap bunuh diri. Tetapi ternyata dibunuh. Oleh orang yang sama.

Woo-Hyun tahu siapa pembunuhnya. Lantaran mengetahui hal itu, Woo-Hyun dikejar untuk dibunuh. Woo-Hyun sedang bertemu dengan kawannya, Park Ki-Young, saat itu. Mereka bertemu di gedung bekas Pabrik Farmasi. Sang Pembunuh meledakkan gedung itu.

BUM!

Kebakaran hebat terjadi.

Tubuh Kim Woo-Hyun ikut meledak. Park Ki-Young selamat. Namun, karena Ki-Young tengah mengenakan identitas Woo-Hyun. Ia pun dianggap sebagai Woo-Hyun. Wajah dan suaranya dioperasi hingga ia kembali serupa dengan Kim Woo-Hyun yang asli. Ia kemudian berlaku sebagai Kim Woo-Hyun demi menangkap Sang Pembunuh.

Peretasan Berkedok Anti-Virus

Sebenarnya, bukan soal suap yang membuat si Pembunuh melancarkan aksinya. Tetapi soal peretasan. Si Pembunuh berniat meretas seluruh lembaga publik dan swasta di Korea. Hingga kemudian ia bisa menguasai satu Korea.

Sistem peretasan itu disembunyikan dalam aplikasi anti-virus. Awalnya, mereka menyerang lembaga-lembaga publik dan swasta itu dengan virus. Lalu memasarkan anti-virus tersebut. Dan anti-virus itupun laku keras. Padahal, setelah di-install, komputer itu lantas bisa dengan mudah diretas. Data-data pribadi dapat dengan mudah diambil dan dipindahkan. Dokumen-dokumen rahasia lalu diketahui. Dan si Pembunuh memiliki kartu As untuk memeras si pemilik rahasia tersebut.

Ngeri.

Serial ini seperti membuka mataku. Meskipun kita tak memiliki anti-virus itu, kita juga bisa memiliki sistem peretasan tersebut. Misalnya saja, kita meng-klik berkas yang dikirimkan ke email kita. Berkas itu berisi virus yang ternyata bisa meretas komputer yang kita gunakan.Hmmmm.. Jadi benar-benar harus berhati-hati saat berselancar di dunia maya.

About the author:

Ibu rumah tangga baru yang sedang belajar menjadi calon ibuk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top