Titik Koma

KomunikasiNo Comments

You Are Here:Titik Koma

Hari ini saya akan bercerita tentang titik koma; simak ya


Bacaan awal saya pagi ini adalah artikel terbaru Pak Boss. Di disway.id. Judulnya Naik Kereta Api. Kim Jong Un naik kereta api.

Pemimpin Agung Korea Utara itu naik kereta dari Korea Utara ke Vietnam. Kereta api antipeluru. Lamanya 60 jam.

Tapi bukan soal apa yang ia lakukan di kereta yang ditulis Pak Boss. Tapi tentang apa yang ia lakukan setelah sampai di Vietnam. Bertemu Trump. Untuk menagih janji. Kapan Amerika mencabut sanksinya.

Dari Korea Utara saya menyeberang ke Korea Selatan. Saya menonton drama The Last Empress. Yang sedang tayang di televisi itu. Tapi saya menonton lewat ponsel. Pakai aplikasi Viu. Sudah sampai episode 38.

Seru. Ini gambaran fiksi tentang sistem pemerintahan monarki konstitusional. Catatan itu selalu tersemat di awal episode.

Saya menonton drama korea ketika memberi susu Mas Cilik. Kalau tak sambil menonton, saya suka ketiduran. Menonton drama membuat saya tetap terjaga.

Hingga kemudian Mas Cilik bisa dipindah di buaian. Saya segera berlari ke toilet. Ada hasrat terpendam yang tak bisa lagi terus ditahan. Ketika melampiaskannya, saya teringat pada tanda baca koma.

Koma
n Tanda baca (,) yang dipakai untuk memisahkan unsur dalam suatu perincian. Memisahkan nama orang dari gelar akademik yang mengiringinya. Memisahkan anak kalimat yang mendahului induk kalimat. Mengapit keterangan tambahan. Atau keterangan aposisi dalam kalimat.

Ya, nama ‘Koma‘ bagus. Mudah diingat. Pun berkarakter. Seperti nama Teater Koma.

Tapi kalau mengingat ‘Koma‘ saya jadi ingat ayah saya. Papa. Kali terakhir ia dilarikan ke rumah sakit, tahun lalu, dokter mengatakan statusnya koma. Tidak sadarkan diri. Namun masih bernafas.

Saya tidak mau menggunakan nama ‘Koma‘. Meskipun saya suka jeda.

Lalu saya teringat pada ‘Titik Koma‘. Tanda baca yang absurd, menurut saya. Dibilang titik, bukan. Dibilang koma, juga tidak.

Saya sulit, sebenarnya, membedakan penggunaan ‘Titik Koma‘, ‘Titik Dua‘, dan ‘Pemisah‘. Karena ketiganya sama-sama memberikan nafas tambahan. Dari sesuatu yang seharusnya sudah berhenti.

Tapi kalau untuk nama, mungkin saya akan memilih ‘Titik Koma‘. Yang tidak pernah berhenti. Yang tidak pernah habis.

Titik Koma
n Tanda baca berupa titik dan koma (;) untuk menandai bagian kalimat yang sejenis dan setara. Juga untuk memisahkan kalimat yang setara dalam kalimat majemuk sebagai pengganti kata penghubung.

[w]

About the author:

Ibu rumah tangga baru yang sedang belajar menjadi calon ibuk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top