Saya Betah Menginap di Karimun City Hotel

Ketika saya melihat jendela ini, langsung terbersit satu pikiran: “saya nyaman di sini”. Kalau besok punya rumah sendiri, saya jadi ingin buat kamar yang seperti ini. Kamarnya tidak besar tapi cukup untuk kami. Selain itu, ada lima hal lain yang membuat saya betah menginap di kamar ini – kamar superior Karimun City Hotel:

Kamu bisa lihat kapal di lautan itu kan? ♡

1 Balkon

Pilih yang ada jendelanya, begitu pesan mas suami saat saya berselancar mencari kamar.

‘Kenapa sih harus yang ada jendelanya? Pasti mau merokok deh,’ batin saya. Tapi meskipun saya menggerutu, saya mencari yang berjendela juga. Hingga dapatlah kamar superior ini. Harganya Rp 50 ribu lebih mahal ketimbang tipe standard.

Rupanya setelah masuk, selain menemukan jendela, kami juga mendapati sebuah harta karun: balkon. Mas suami langsung membuka pintu geser yang mengarah ke balkon. Angin segar segera saja menerobos masuk. Aroma laut memenuhi kamar. Balkon ini memang langsung menghadap ke laut.

“Wah, segar sekali,” kataku sambil merebahkan mas cilik ke kasur.

“Abah minta yang ada jendela kan biar udara luar masuk. Biar tak terlalu dingin,” jawab mas suami.

Oiya deng, mas suami memang tak tahan dingin sekarang. Tangannya ngilu kalau berada di ruangan berhawa sejuk.

Dari balkon ini juga bisa menyaksikan matahari terbit. ♡

Dari balkon ini, kami bisa melihat kapal berlalu lalang. Lumayan, bisa mengobati rindu akan pemandangan laut. Selain itu juga jadi bisa mengenalkan laut dan kapal pada mas cilik yang sehari-hari akrab dengan jalan raya dan motor.

Mas suami kemudian masuk dan memanaskan air dengan teko listrik. Ia menyeduh coffeemix yang sudah tersedia di meja. Lalu kembali lagi ke balkon.

“Macam orang kaya ya, santai-santai, tidur di hotel, duduk di terasnya yang menghadap ke laut,” ucapnya dari balik jendela kaca.

Saya nyengir mendengarnya. Gusti Allah memang Maha Baik. Saat kantong lagi gersang, dibuat-NYA satu keadaan yang mengharuskan kami bepergian. Dan mau tak mau kami harus bermalam karena kapal terakhir sudah terlewat.

“Piknik tipis-tipis,” jawabku.

2 Wifi Gratis

Mendapat wifi gratis ini rasanya menyenangkan sekali. Saya jadi bisa menghemat kuota untuk nonton drama korea. Jadi bebas deh mau nonton seberapa banyak.

3 Makan Malam dan Sarapan Gratis

Hotel-hotel biasanya menyediakan sarapan gratis bagi para tamu yang menginap. Karimun City Hotel juga menyediakan sarapan gratis. Bahkan tidak hanya sarapan yang gratis, tetapi makan malam juga. Benar-benar bisa menghemat kantong! #kekepindompet 😀

4 Roof Top and Sea View Restaurant

Saya tidak menyangka, restoran hotel ini ada di lantai paling atas. Sebelumnya kami ke lobi dan celingukan mencari restoran. Petugas lobi bilang kalau restoran ada di lantai 3.

“Tangganya ada di sebelah kanan, Pak,” kata petugas pada mas suami.

Ha?! Tangga?! Tak ada lift ya?

Rasanya lumayan naik tangga dari lantai 1 ke lantai 3. Meskipun, anak tangganya terbilang landai. Mungkin karena sambil gendong mas cilik.

Namun, begitu sampai di restoran, rasa lelah terobati. Restoran Karimun City Hotel punya dua konsep. Yakni, konsep ruang makan dan roof top bar.

Konsep ruang makan disediakan bagi para tamu yang menginap. Ruangannya bersih dan rapi. Tidak banyak tempat duduknya hingga terlihat lapang.

Sementara konsep roof top bar terbuka untuk masyarakat umum. Saya bisa berpikiran seperti itu karena ada tangga terbuka yang langsung mengarah ke area parkir hotel. Seusai makan, kami menggunakan tangga ini untuk turun dan berjalan-jalan sejenak di tepi laut.

Karena berada tepat di tepi laut, pemandangan alam roof top bar ini adalah laut lepas. Gelap saja sih nampaknya. Namanya juga malam. Namun kadang, ada lampu-lampu kecil di tengah lautan. Tanda ada kapal yang melintas.

Kalau mau yang lebih banyak lampunya, kita tinggal mengarahkan pandangan ke area samping hotel. Di situlah ada area parkir mobil pelabuhan yang telah disulap menjadi food court terbuka tepi laut. Food court ini kebanyakan menyediakan makanan seperti sate, nasi goreng, atau mi goreng. Ada juga yang menjual bandrek susu dan jus buah.

5 Dekat dengan Pelabuhan

Hotel ini tepat berada di samping area parkir mobil pelabuhan karimun. Strategis memang. Lokasi ini juga yang membuat kami memilih Karimun City Hotel sebagai tempat bermalam.

“Besok senang kalau pulang, tinggal jalan saja ke pelabuhan,” kata mas suami saat mencari penginapan.

Bagi kami yang sering bangun siang, lokasi ini sangat membantu. Apalagi kami dalam kondisi fisik yang lelah. Tak ada jaminan bisa bangun pagi. Saya sampai menge-set alarm demi tak kesiangan.

Alhamdulillah tidak kesiangan! Saya masih sempat membongkar dan merapikan tas sampai 3 kali. Juga masih bisa membuat bubur dan menyuapi mas cilik.

Pukul 08.00, kami kembali ke lantai 3 untuk mengisi perut. Tiga puluh menit kemudian, kami sudah menenteng tas ke pelabuhan. Alhamdulillah, sampai tepat pada waktunya. Tak lama kami tiba, kapal merapat.


Nah, itu dia lima hal yang membuat saya betah di Karimun City Hotel. Kalau kalian ingin mencobanya, silakan saja. Semoga mendapat kesan yang sama atau bahkan lebih baik daripada saya. [w]

Comments

  1. Ameliasepta

    Bagus yah hotelnya kak, terus yang paling juara itu emang balkon yang ngadep ke luat. Enak banget pemandannya yahhh. Bisa banget dijadiin rekomendasi semisal mau main main ke Karimun. Thanks infonya kak :3

    1. Post
      Author
    1. Post
      Author
  2. Naldo

    Jarang2 ada hotel yang free makan malamnya juga. Mana deket dg pelabuhan, view bagus. waw mantap.
    recommended ni hotel ya kalo ada waktu jalan2 ke Karimun nanti..

    1. Post
      Author
  3. Aliansera

    Karimun city hotel ini termasuk hotel yang baru dibangun kembali. Awalnya ini dlu sepi akan pengunjung. Berkat design yg unik. Maka makin banyak pengunjung yg berkunjung. Terima kasih sudah mempublish salah satu tempat di daerah kami.

    1. Post
      Author
    1. Post
      Author
  4. Sri Murni

    Wah makan malamnya juga gratis ya? Jarang-jarang ada hotel menggrstiskan makan malam. Asyik bgts ya untuk backpack krn bisa ngirit makan malam, apalagi kalau nginap bareng keluarga… Hejehe

    1. Post
      Author
  5. Chahaya O Simanjuntak

    Serius harganya Rp 50 ribu Wen? sudah include mammam pagi dan malam?

    fix bakal nginep di sini segera. hahaha ulasan yang menarik yang buat kaki gatal segera pengen nempol tidur manjah di sana.

    btw salam ama Amin dan mas cilik yo Wen.

    1. Post
      Author
      wenny

      bukan harganya Rp 50 ribu kak.. Maksudnya itu, beda tarif kamar standar dan superior itu selisih Rp 50 ribu. Doh!

      salam balik dari mas bojo sama mas cilik kak…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *