Libur Imlek, Perang Air di Selatpanjang Yuk!

Tahun baru Imlek 2570 akan jatuh pada tanggal 5 Februari depan. Sudah punya rencana mau ke mana saat libur Imlek 2019 itu nanti? Perang Air di Selatpanjang aja yuk!


Perayaan Imlek di Selatpanjang selalu berlangsung meriah setiap tahunnya. Masyarakat Tionghoa yang berada di rantau pulang kampung semua. Bertemu sanak famili dan kerabat yang sudah lama ditinggalkan.

Nah, ada satu tradisi yang tak pernah lupa mereka akukan. Awalnya hanya di kalangan mereka saja. Namun, sejak tahun 2016, segenap warga multi-etnis turut bersuka-ria. Pemerintah setempat telah menjadikan tradisi itu sebagai agenda pariwisata daerah.

Tradisi itu bernama ‘perang air‘. Setelah ditetapkan sebagai agenda daerah, namanya diubah menjadi Festival Cian Cui atau Festival Perang Air. Ini adalah sebuah peperangan bersenjatakan air.

Saya pernah beberapa kali mengikutinya. Seru! Festival ini berlangsung selama enam hari berturut-turut.

Menjelang pukul 15.30 WIB setiap harinya, polisi telah menutup beberapa jalan protokol di Selatpanjang. Yakni, Jalan Kartini, Jalan Imam Bonjol, Jalan Ahmad Yani, dan Jalan Banglas. Jalan-jalan protokol itu nantinya akan digunakan sebagai arena festival.

Masyarakat sudah berdiri di sepanjang jalan. Beberapa ada yang sudah berlompatan di atas becak motor sambil menenteng senapan. Jangan bayangkan senapan AK47 yang biasa dibawa tentara. Senapan ini senapan warna-warni dari bahan plastik.

Di antara kursi becak itu sudah diletakkan satu atau dua drum berisi air. Inilah peluru senapan tadi.

Saat sebuah becak melintas, beberapa lainnya segera saja mengikuti. Lalu, whoala, seperti hujan, air tumpah ruah di jalan. Yang di tanah, menembaki mereka yang melintas dengan becak. Yang di becak, tak mau kalah dengan menembak balik.

Festival Cian Cui Selatpanjang. foto: Antara Foto

Basah?! Itulah yang dicari. Semua peserta harus basah. Kenal tak kenal, tembak saja. Tak ada marah-marah. Kalau marah, basahkan lagi saja. Hahaha.

Festival ini berlangsung cukup lama, hingga pukul 18.00 tiap harinya. Kalau hendak ikut iring-iringan dengan sepeda motor pun bisa. Syaratnya, mau basah!

Cara Ke Selatpanjang

Lima tahun terakhir, Festival Cian Cui ini menyedot perhatian banyak wisatawan. Baik itu lokal maupun mancanegara. Sehari sebelum perayaan Imlek, semua penginapan di Selatpanjang penuh. Kapal-kapal ke Selatpanjang juga padat penumpang.

Tahun 2018 lalu, festival ini mendapat Anugerah Pesona Indonesia sebagai wisata kreatif terpopuler se-Indonesia tahun 2018 dari Kementerian Pariwisata RI. Bisa jadi, perayaan Festival Cian Cui di tahun 2019 ini bakal lebih ramai. Kamu berminat? Yuk, agendakan dari sekarang!

Festival Cian Cui Selatpanjang. Foto: antarafoto

Omong-omong, kamu sudah tahu di mana Selatpanjang?

Selatpanjang merupakan ibukota Kabupaten Kepulauan Meranti. Ini adalah kabupaten termuda di Provinsi Riau. Untuk bisa ke Selatpanjang, kamu dapat mengambil rute dari Batam atau dari Pekanbaru. Moda transportasinya cuma ada satu jenis: kapal feri.

Namun, jangan khawatir. Dalam sehari, ada dua hingga tiga kapal yang melayani rute ke Selatpanjang. Kamu tinggal sesuaikan dengan jadwalmu.

Kamu juga bisa baca ini : Perjalanan ke Selatpanjang (Bagian 1)

Kalau kamu tak punya banyak waktu untuk datang, kamu bisa berangkat dengan kapal pagi, baik dari Batam maupun Pekanbaru. Kamu akan sampai di Selatpanjang ketika tengah hari. Kamu bisa beristirahat makan siang lalu mencari penginapan.

Sore harinya, kamu bisa mengikuti Festival Cian Cui dan dilanjutkan dengan pesta petasan di malam harinya. Pesta petasan ini berlangsung hingga tengah malam. Setelah itu, kamu bisa kembali ke penginapan untuk tidur. Pagi harinya, kamu bisa pulang ke rumah dengan kapal pagi.

Kamu juga bisa baca ini : Perjalanan ke Selatpanjang (Bagian 2)

Bagaimana, tertarik main perang air di Selatpanjang? Yuk ke mari! [w]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *