Blog Challenge

5 Barang Wajib Ada di Tas

Bismillah.

Tantangan hari ke-8 dari program #BPN30DayBlogChallenge2018 adalah “5 Barang yang Selalu Ada di Tas Kamu”.

Begini. Sejak tak lagi melajang, saya jarang keluar rumah dengan tas. Sebab, keluar rumah-nya hanya dalam hitungan jam saja. Paling-paling yang dibawa adalah uang dan ponsel.

Kalau, bepergiannya sudah lebih dari tiga jam dan lokasi yang dituju itu jauh, barulah saya membawa tas. Seperti saat bepergian ke Desa Jepun di Pulau Rengas, akhir pekan kemarin.

Lima barang yang harus ada di dalam tas saya itu adalah…

1. Popok Bayi – Tisu Basah – Kain bedong untuk Alas Ganti – Kantong Plastik

Abdillah – anak saya, ikut. Alhasil, popok bayi juga harus katut dibawa. Kalau popok dibawa, printilan satu paketnya juga harus dibawa. Seperti tisu basah, kain bedong untuk alas ganti, dan kantong plastik untuk bungkus popok bayi yang kotor. (Maafkan saya ya bumi, saya masih belum bisa zerowaste.)

Saya biasa membawa dua lembar popok sekali pakai. Untuk berjaga-jaga kalau ia bab lebih dari sekali. 

Intensitas BAB Abdillah tinggi sejak ia mengonsumsi MPASI. Ia bisa BAB sampai tiga kali dalam sehari. Setidaknya ada spare satu popok kalau semisal yang satu sudah dipakai. Biar hati tenang saja.

2. Minyak Telon

Minyak ini, alhamdulillah, jarang terpakai sama Abdillah selama perjalanan. Saya membawanya untuk berjaga-jaga kalau-kalau perut Abdillah kembung atau ia mabuk perjalanan. Sejauh ini yang pakai orang lain yang kebetulan kawan seperjalanan.

3. Dompet

Dompet menjadi barang yang wajib dibawa sekalipun isinya kosong. Sekalipun cuma ada receh. Sekalipun cuma nota-nota struk belanjaan isinya. 🙁

Di dalam dompet uang, ada juga dompet kartu. Ini penting karena ada KTP di dalamnya. Kalau sesuatu terjadi pada saya, wallahualam, orang akan mudah mengidentifikasi saya. KTP sebagai identitas diri apalagi kalau sedang bepergian jauh dari rumah.

4. Ponsel

Beberapa kali saya pernah mengalami kesulitan saat pergi tak bawa ponsel. Padahal dekat dari rumah. Satu yang saya ingat, begini ceritanya. 

Saya hendak pergi ke pasar kala itu. Tidak ada motor di rumah. Saya pun bepergian dengan ojek online. Saya memesannya dari rumah.

Lupa, saya letakkan ponsel di kasur. Lalu saya segera pergi ke pasar. Saya pikir, akan mudah menemukan ojek di pasar. Rupanya tidak. Holala… Saya harus menunggu lama hingga ojek datang.

5. Lipstik

Saya bukan orang yang suka berdandan. Masih sering lupa pula memulaskan lipen ke bibir. Tapi rasanya, penting untuk membawa-bawa lipen di tas. Ya siapa tahu ada kesempatan untuk memakainya (walaupun seringnya, tak tersentuh juga sih. hehehe) [w]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *