Blog Challenge

5 Kedai Makan Favorit di Batam

Bismillah.

Tantangan hari ke-7! Yeay! Satu minggu pertama terlewati. Alhamdulillah…

Tantangan hari ke-7 ini adalah “5 tempat makan favorit dan review-nya.”

Nah, karena saya nggak sering jajan di luar saat  di Selatpanjang, saya review tempat makan di Batam saja ya… Saya termasuk tukang jajan saat masih melajang di Batam.

Ini dia 5 kedai makan favorit saya di Batam:

1. Warung Teh Tarek Raja

Warung ini berlokasi di kecamatan Batam Kota. Tepatnya di pusat simpang empat Batamcentre. Warung ini hanya sepelemparan batu saja dari kantor saya dulu. Makanya, saya sering makan di sini.

Lokasinya ini terbilang strategis karena tak jauh dari pusat perkantoran. Yakni, kantor pemerintah kota Batam, Kantor Otorita Batam, Kantor DPRD Batam, dan Kantor Swasta Batam Pos Building. Jangan heran kalau tiap jam makan siang tempat ini selalu penuh orang.

Menu favorit di sini adalah tom yam dan teh tarek panas. Sedaaaaaap betul. Selain itu, kedai ini juga menyediakan masakan melayu prasmanan. Misalnya, ikan asam pedas, sotong masak hitam, ikan sambal hijau, pacri nenas, dan gulai pucuk ubi.

Harga makanannya sih lumayan ya… Sekali makan, 20 – 25ribu itu tak akan ke mana-lah. Itu untuk satu orang saja.

Cuma, enaknya, saya dan teman-teman sering dapat gratis kalau makan di sini. Apakah itu karena sang pemilik sedang baik hati ataupun ada kenalan yang berkenan membayari makan. Alhamdulillah.

2. RM Mie Tarempa’k

Ada yang familiar dengan nama Tarempak? Hohoho… Mengingatkan Anda pada Anambas ya? Mmm… Betul sekali! Tarempa adalah ibukota Kepulauan Anambas.

Karena Tarempa itu milik Anambas, kedai ini pun dinamai Tarempa’k. Konon, sudah didaftarkan hak cipta juga.

Sama seperti Warung Teh Tarek, Kedai Mie Tarempak ini berlokasi di Kecamatan Batam Kota. Bedanya, dia agak jauh dari pusat pemerintahan. Namun, dekat dengan perusahaan padat karya.

Menu makanannya, khas Anambas. Favorit saya: mi Anambas dengan variasi goreng, lembab, dan basah. Saya biasa pesan mi goreng seafood. Endesss…

Lalu, ada juga Luti Gendang. Ini nama lainnya adalah ‘roti goreng’. Adonan dasarnya itu roti yang di dalamnya diisi dengan abon ikan. Harganya, terakhir tahun 2016 itu Rp 2.500 per butir. Bisa dipesan setengah matang dan matang. 
Setengah matang itu biasa dipesan untuk dibawa menjadi buah tangan. Beberapa kali, saya bawakan mama Luti Gendang sebagai oleh-oleh saat pulang ke Semarang.

3. RM Padang Kota Baru

Yang namanya Rumah Makan Padang di Batam itu buanyaaaaaak sekali dan namanya pun bervariasi. Saya sering menyambangi RM Padang Salero Basamo, RM Padang Devi, RM Padang Takana Juo, dan RM Padang Kota Baru. Semuanya favorit saya, tapi yang terakhir itu spesial karena cuma ada satu di Batam.

RM Padang Kota Baru berada di kawasan Ruko Mahkota Raya, Kecamatan Batam Kota. RM ini cabang dari yang ada di Pekanbaru. Orang Pekanbaru akrab dengan rumah makan ini karena rumah makan ini punya Narkoba.

Eits, jangan curiga dan berburuk sangka dulu. Narkoba yang dimaksud adalah singkatan dari Nasi Rames Kota Baru. 
Kalau di tanah Jawa, kita biasa dengar nasi rames itu berupa nasi bungkus dengan lauk kering tempe, pecel, dan ayam, tahu, atau tempe goreng kan?

Kalau ala minang, nasi ramesnya itu nasi ditambah daun pucuk ubi rebus, gulai nangka, lauk ayam atau ikan atau daging, dan sambal lado mudo (sambal hijau). Lauk favorit saya di sini adalah dendeng basah. Onde Mandeee… Sedap Bana!

4. Kedai Kopi Coffeedict

Kalau tadi kita sudah berselancar di Batam Centre, sekarang melipir ke Kecamatan Nongsa ya. Kecamatan ini jaraknya satu jam dari pusat pemerintahan kota Batam. Di kecamatan inilah, Bandara Internasional Hang Nadim berada.

Saya dulu tinggal di Nongsa. Tepatnya di Kelurahan Batu Besar. Nah, kedai makan yang akan saya ceritakan ini berlokasi di kawasan pertokoan Botania, tak jauh dari komplek bandara.

Namanya Coffeedict. Selayaknya kedai kopi yang ada di Batam, Coffeedict menyediakan beraneka minuman khas seperti kopi o, kopi openg, teh o, teh openg, teh tarek, dan milo panas. Namun, selain itu ada juga kopi vietnam dan kopi v60.

Saya biasa ke mari pagi hari di akhir pekan. Bersama kakak saya, Rayya, dan Rafif. Pilihan sarapannya, mi kuah kacang (banyak juga yang menyebutnya dengan mi lendir), mi bangka, nasi goreng, ataupun bubur ayam.

Aduh, saya jadi rindu. *LapAirMata

5. Warung Mi Ayam Bangka Botania

Kalau tak pergi ke Coffeedict, kami pergi ke Mi Ayam Bangka di dalam Pasar Botania. Di sini Mi Ayam-nya sedap sekali. Ada pilihan mi kuning, mi wortel, ataupun mi bayam.

Di sini juga ada bubur ayam Cina yang enak. Halal lho.

Kedai ini juga semacam kedai kopi. Ada banyak pilihan menu minumannya. Saya biasa pesan Milo O. Milo O ini hanya milo bubuk (biasanya Milo dari Malaysia) campur air panas saja. Tidak pakai gula. Tidak pakai susu. 

Saat weekend, kedai ini ramai dikunjungi. Telat dikit, bakal nggak kebagian mi bangka karena sudah habis. Telat itu kalau sudah jam 10 ke atas.

Nah, itu dia 5 kedai makan favorit saya di Batam. Fasih sekali nih saya menulisnya karena  memang tukang jajan dulu. Masih ada banyak lagi lho warunh makan enak di Batam tapi saya ragu menulisnya karena perkembangan kedai makan di Batam itu cepat sekali.

Kamu pernah makan di kedai yang saya sebutkan di atas? Bagikan ceritamu di komentar yaa… [w]

19 thoughts on “5 Kedai Makan Favorit di Batam

  1. Dari lima daftar itu, dua terakhir belum pernah coba Kak…. tapi kalau yang pertama, Teh Tarik Raja, dulu hampir setiap malam kami makannya di sana… Dulu waktu masih lajang-lajang. Saking seringnya ke sana, ampe kami kenal bangets sama yang jualan dan mereka kenal pacar-pacar kami semua… kwkwkwk. Warung itu menjadi bagian sejarah aku dan misua… kwkwkwkw

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *