Blog Challenge

5 Fakta Diri Sendiri

Bismillah.

Tantangan hari ke-6 ini adalah “5 Fakta Soal Diri Sendiri”. Kirr…dipikirr..pikirr… Baiklah, inilah dia.

1. Geli Pada Semua Binatang

Saya orang yang biasa-biasa saja sama binatang. Tidak suka dan tidak juga benci. Mereka mendekat, saya jaga jarak. Mereka jauh, tidak masalah.

Prinsip saya: jangan mengganggu kalau tak ingin terganggu. Saya tak akan coba-coba menyentuh mereka. Kalau memang, tak sengajanya tersentuh yaa, spontan saja, saya pasti akan teriak. Heho..

Padahal, papa rahimahullah dulu memelihara burung. Saya terbiasa memberi makan dan minum ketika papa dinas ke luar kota. Kalau tak ada kerjaan, saya bersiul-siul menggoda mereka.

Saya bukannya tak pernah memegang atau sekedar mengelus binatang. Namun demikian, rasanya geli bukan kepalang. Dari tangan yang memegang, tubuh ini seperti digelitiki dan rasanya menjalar sampai kepala.

Sekarang saya tinggal di Selatpanjang. Rumah Selatpanjang sering dikunjungi kucing liar. Seisi rumah tak takut kucing malah cenderung sayang. Abdillah, anak saya, sepertinya juga tak takut kucing.

Saya pernah meninggalkan Abdillah di dapur. Di pintu dapur ada seekor kucing tengah berjemur. Tanpa gentar, Abdillah merayap mendekatinya. Ia menengok kanan dan kiri lalu menepuk kaki-kaki Kitty – nama kucing itu.

Di lain kesempatan, Abdillah menepuk-nepuk kepala Kitty. Si kucing mengeong-ngeong sambil melihat saya. Seperti protes, nampaknya.

“Itu dia bilang, “Anak dikau ni. Nanti kugigit, marah pula kau. Cepatlah ambil ni anak dikau!” kata Abah Abdillah.

Hahaha. Iya pulak begitu.

Saya sejauh ini tak masalah jika Abdillah memegang-megang kucing. Yang penting, saya harus ingat untuk membasuh tangannya setelah ia memegang kucing.

Ummik-nya boleh takut binatang, anaknya jangan.

2. Badan Lentur

Dulu, ketika saya masih SD, tahun berapa ya itu… mungkin sekitar tahun 2000-an, saya mendengar tentang ‘bocah karet‘. Bocah itu dinamai demikian lantaran badannya yang lentur seperti karet. Badannya bisa dilipat-lipat hingga masuk dalam sebuah koper untuk jalan-jalan.

Terinspirasi sekali saya dengan dia. Kata saya waktu itu, “Ah, saya juga bisa.”

Saya merasa badan saya lentur. Dulu, kalau tak salah ingat, saya bisa melipat kaki saya ke belakang punggung. Saya juga bisa melipat jempol ke arah pergelangan tangan. Sebagian orang tak bisa, loh, ini. Lentur kan namanya? Kamu bisa tidak?

Kawan SMA menyebut saya ‘tulang lunak‘. Ada juga yang bilang saya ‘tengkorak‘. Eh, kalau itu karena saya terlalu kurus mungkin yaHeho

3. Suka Makan Buah Tapi Malas Mengupas

Kamu mungkin akan berkomentar, “Yah… yang begini sih semua orang juga mau.”
Hahaha… Tinggal makan doang kan ya

Memang enak, makan buah yang sudah dipotong-potong. Tak perlu payah mengupas, kena getah segala macam, mencucinya, dan mengiris-irisnya.

Tapi ya, rasa malas itu bahkan bisa membuat saya mengalah tak makan buah. Yang kemudian berujung pada tak lagi membeli buah – karena pada akhirnya busuk. Astagaa

4. Suka Ketombe

Ketombe itu ya harusnya dibasmi. Ini kok malah disukai.

Heheho… Saya suka ketombe karena mengoprek-opreknya itu sesuatu yang mengasyikkan.

Ih… kamu bikin jijik deh kakaaak…

Sedari kecil, saya berketombe. Waktu kecil, saya mengenalnya dengan nama ‘sinbad‘. Kata mama, itu alergi.

Saya sudah pakai beraneka merek sampo anti-ketombe. Hasilnya sama saja: ketombe tetap ada. Jadi sekarang, saya berusaha menerimanya dengan lapang dada.

Adapun (aduh, formalnya…) kegiatan mengoprek-oprek ketombe itu adalah mulai dari menggaruk-garuk kulit kepala, menemukan ‘gundukan’ kecil, lalu mencongkel, dan melongoknya. Ketika didapati ketombe yang seabrek, senangnya bukan main. Haheho

Lalu abah Abdillah cuma bisa memandang dari jauh dengan tatapan jijik.

5. Suka Film dan Cerita Horor tapi Takut Hantu

Saya suka membaca cerita misteri ataupun menonton film horor. Misalnya saja, cerita dan film Nyi Roro Kidul yang diperankan Suzanna.

Tapi, teman-teman saya suka malas kalau pergi menonton film horor bareng saya. Ini karena saya suka teriak menjelang hantu-nya keluar. Jadilah mereka kaget-dini dan saya pun kena marah. Haheho

Hobi membaca cerita ataupun film horor masih berlanjut hingga sekarang. Lebih senang lagi kalau membaca cerita misteri. Misteri Kastil Tua ala Empat Sekawan, misalnya. Eh, itu sih cerita detektif ya? Hehe..

Wah, jadi buka-bukaan deh. Gimana? Masih mau berteman dengan saya? [w]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *