Keluarga

Review 30 Hari Pertama MPASI

Yeay! Alhamdulillah, tiga puluh hari pertama MPASI (Makanan Pendamping Air Susu Ibu) sudah terlewati. Saya mau nge-review sedikit ah. Untuk dokumentasi saja. Atau barangkali ada Ibu-Ibu yang sedang cari-cari referensi untuk MPASI pertama si buah hati.

Secara garis besar, Mas Ab doyan makan. Dia agak susah makan ketika sakit, di minggu kedua MPASI. Dia demam (pasca gejala ikutan imunisasi) satu minggu lalu disambung batuk-pilek selama tiga hari.

Agak rempong juga mau menyiapkan makanan. Sebab, mas baby maunya nemplok terus. Kalau tidur, nggak pernah bisa lama. Alhasil, harus digendong terus. Biar dia nyaman.

Waktu itu mikir, karena masih minggu kedua MPASI, nggak papa kali ya kalau cuma sekali sehari saja makannya. Soalnya, gempur ASI juga. Tapi ternyata, berat badannya merosot tajam! Terasa sekali badan mas baby menyusut.

Di minggu ketiga, dia sudah mulai mau makan. Makannya makin lahap di minggu keempat. Badannya, alhamdulillah, sudah berisi kembali sekarang. Meskipun, gampang-rewel-nya belum kembali seperti sebelumnya.

Yuk, kita mulai reviewnya!

Frekuensi

Sejak minggu pertama MPASI, Mas Ab sehari makan tiga kali: pagi, siang, dan sore. Awalnya agak keteteran atur waktunya karena jadwal tidur bentrok sama waktu menyiapkan makanan. Akhirnya, molor-molor gitu waktunya.

Memasuki minggu ketiga, ritme makan mulai ada. Mas Ab makan tiga kali sehari. Pagi di pukul 08.00 atau 08.30 WIB. Siang di pukul 11.30 atau 12.00 WIB. Sore di pukul 15.30 atau 16.00 WIB.

Jadi, begitu bangun, saya harus mulai memasak makanan. Saya bangun masih siang, sodara-sodara. Kadang kalau lagi malas bangun, waktu makan mas baby pun ikut molor. Dan berujung ngamuk-ngamuk rewel tak menentu.

Paling tidak, satu jam sebelum waktu makan, makanannya harus mulai dimasak. Saya biasa masak dua kali: pagi dan siang. Masakan pagi dibagi dua untuk makan sore juga. Kalau makan siang, untuk kali itu saja.

Takaran

Alhamdulillah, ini nih yang super. Dari awalnya sedikit sekali – sekitar 1 sendok makan orang dewasa, di minggu pertama, jadi sekitar 4 sampai 5 sendok makan orang dewasa. Amaze sendiri jadinya: Oh, anak saya kuat makan rupanya.

Tapi abahnya sudah mewanti-wanti. Kadang kalau saya cerita Mas Ab habis tapi sepertinya masih mau lagi, abah bilang, “Cukupkan saja. Nanti jadi obes(itas) lho.”

Tekstur

Teksturnya masih seperti bubur saring bahkan lebih halus dari itu. Bubur lembek-lah ya.

Well, untuk membuat MPASI, saya sangat mengandalkan blender untuk menghaluskan. Saya nyaman dengan ini. Pernah mencoba menghaluskan manual dengan mangkok tumbuk, halusnya tidak rata. Lain waktu, saya coba dengan saringan, bagus sih hasilnya halus semua tapi waktu pembuatannya jadi lama dan saringannya sobek! Hahaha… Jadi, kembali lagi deh ke blender.

Selain blender, saya juga sangat mengandalkan kukusan atau dandang. Saya pakai kukusan untuk melunakkan bahan-bahan yang keras. Seperti misalnya, wortel, gambas, kentang, buah pir, dan buah apel. Oiya, nasi juga saya kukus. Biar sekali jalan.

Ragam Jenis

Saya belum banyak mengeksplor bahan makanan untuk Mas Baby. Percayalah, mengatur menu itu tak semudah memakannya. Apalagi kalau harus memikirkan kandungan gizinya. Ya, intinya saya sudah berusaha. Semoga Yang di Atas Sana tahu kalau saya bersungguh-sungguh menyuguhkan menu terbaik untuk anak titipan-Nya.

Di minggu pertama, menu Mas Ab sehari-hari hanya buah tunggal. Tiga hari berturut-turut makan buah yang sama. Pisang selama tiga hari lalu Alpukat selama tiga hari juga.

Di minggu kedua, giliran sayur tunggal yang saya berikan. Selang-seling dengan buah tunggal. Selama tiga hari berturut-turut dengan bahan makanan yang sama lalu ganti bahan yang baru.

Minggu ketiga, barulah saya mulai mengenalkan nasi. Nasi dan sayur untuk makan pagi dan sore. Di tengah hari, Mas Ab makan buah. Biar tak sembelit.

Nah, di minggu keempat nih, saya mulai menambahkan bahan mengandung protein. Baik itu protein hewani maupun protein nabati. Frekuensinya sama. Pagi dan sore makan nasi + lauk. Sementara siang hari makan buah.

Ini nih tabel bahan makanan yang sudah mas baby makan selama 30 hari MPASI-nya.

KarbohidratProtein
Hewani
Protein
Nabati
SayurBuah
Tepung Beras 
Putih
IkanTempeBayamPisang
Tepung Beras
Merah
AyamTahuBrokoliPepaya
KentangTelur AyamGambasPear
NasiBuncisAlpukat
WortelJeruk
TomatApel
Buah Naga

Pemberian Makan Responsif

Mas Ab ini kalau makan harus sambil digendong dan diajak jalan-jalan. Bisa sih sebenarnya diajak duduk, tapi cuma bertahan satu-dua suapan saja. Badannya lalu bergerak-gerak ke sana ke mari minta digendong.

Jadilah, saya ambil gendongan jarik dan mengajaknya jalan-jalan keluar rumah. Matanya melihat kendaraan yang berlalu-lalang, alhamdulillah, mulutnya terbuka saat disodori makanan.

Terus ada yang nanya, “Debu jalanan kan banyak?! Jadi masuk ke makanannya dong.

*ummiklangsungmlipirkepojokankamar

Sanitasi dan Kebersihan

Ini nih yang masih harus dibiasakan: mencuci tangan saya dan mas Ab sebelum makan. Juga mencuci tangan sebelum saya membuat makanan. Seringnya lupa. Suwerrrr.. Tapi insyaaAllah, saya akan membiasakannya.

Nah, itu dia review singkat dari 30 hari pertama MPASI Abdillah. Mmmmm…. Bulan depan makan apa lagi ya?! [w]

24 thoughts on “Review 30 Hari Pertama MPASI

  1. Wah mas Ab udah Mpasi ya. Untuk menunya bisa aku contek di kemudian hari nih mba Wen, hehe. Kemudian harinya masih gatau kapan haha. Memang kalau sama anak kecil harus pandai-pandai ya mengolah dan menjaga kebersihannya. Selalu sehat untuk mas Ab dan ibunya.

  2. Hi Mas Ab.. udah mpasi ya sekarang.. Lancar jaya mpasinya yaaa.. sehat2 ya dedek Ab baiiiiik.

    Waah keren ini Wen, saya izin share ke adekku yaaak.. hahaha..
    Babynya sekarang lima bulan. Mana tahu dia persiapan mpasi juga. Kalian sama, ibu muda.

  3. Wow, super banget info parenting yang diberikan… MPASI anak memang sangat penting di usia tepat… Tapi aku pernah baca, jangan memberi makan anak sambil di gendong… Mungkin untuk berbeda kali ya untuk usia anak…. Anyway, infonya super lengkap banget, cocok tuk ibu muda

  4. Dulu saya coba juga haluskan pakai blander mbak… Tadi anaknya gak mau.. Hihihi I terpaksa haluskan dengan manual, eh dia lahap… Gak tahu ya kenapa itu crucils gak mau di lender, heran juga…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *