Jurnal Kegiatan Anak

Pertama MPASI, Porsinya Sedikit Sekali

Hari ini, Abdillah berusia 5 bulan 29 hari. Belum genap 6 bulan tapi hari ini dia mulai makan MPASI – Makanan Pendamping Air Susu Ibu. Pertimbangan saya cuma karena hari ini Senin, awal pekan baru untuk memulai sesuatu yang baru.

Menu pertamanya pisang ambon. Simple banget! Pisang dikerok lalu disuapin gitu aja. Karena ternyata, teksturnya memang sudah lembut. Saking lembutnya sampai netes-netes kalau sendok dimiringin.

Kalau menurut @Indah Riadani sih begitu cara ngetes kekentalan MPASI: sendoknya dimiringin. Kalau ada yang netes berarti sudah cukup kental.

Dikira mamak, ini anak bakal makan banyak. Soalnya kalau lihat orang makan, Abdillah suka heboh sendiri pengin ngerebut sendok. Atauuu.. suka bikin orang nggak jadi makan karena dia mandang tanpa berkedip dan perlahan air liur mulai netes.

Tapi kenyataannya, porsinya sikiiit skale. Porsinya cuma separuh pisang ambon yang dikerok sisi-sisinya. Tengahnya masih banyak. Jatah mamak ye kan

Makannya juga tidak terlalu lahap. Ketika si pisang mendarat di mulutnya, bibirnya langsung berhenti mengecap. Terus lidahnya melet keluar-masuk gitu. Matanya sih kelihatan bingung. Seperti bilang, “Ni makanan apa nih?”

Dia masih bisanya ngemut. Jadi kalau nyuap, sendoknya nggak cepat-cepat
saya angkat. Soalnya, kalau diangkat, langsung keluar lagi pisangnya. Jadi belepotan ke celananya.

Mamak pakai sendok stainlesteel macam dari pesawat itu – yang ukurannya lebih kecil dari sendok makan, tapi lebih besar dari sendok teh. Alhamdulillah, cukup. Makenya juga cuma seuprit aja sih. Kalau nyendok banyak-banyak, khawatir keluar lagi.

Di minggu pertama MPASI ini, rencananya mau sehari sekali saja. Ternyata, Abdillah rewel karena ngeliat saya makan. Saat disodori pisang, eh, mau. Yasudah, lanjuut.

Abdillah sarapan di jam 07.30 wib. Lalu makan siang di jam 12.30 wib. Dan makan malam di jam 17.30 wib.

Kalau kata mba @jihan davincka, makannya harus di jam-jam yang sama. Biar baby terbiasa dengan waktu makannya. Okelah kalo begitu.

Oiya, masih kata beliau, pengenalan menu baru dilakukan tiga hari berturut-turut. Kalau pup-nya aman, berarti jadi menu tetap. Kalau sembelit, ya dicoret dari daftar menu.

Nah, rekor juga nih Abdillah pup hari ini. Pup-nya dua kali – siang dan sore hari. Siang, sedikit saja. Kalau sore, agak lebih banyak.

Uniknya, rupa pup-nya lain dari biasanya. Kalau biasanya hanya warna kuning emas polos, sekarang macam ada garis-garis kecil berwarna cokelat di sana-sini. Mungkin itu sisa pencernaan dari pisang yang dia makan yaa

Well… Sampai di sini dulu ya jurnal kegiatan MPASI Abdillah hari ini.

Grafis Manfaat Pisang

Untuk melengkapi jurnal ini, saya sampaikan juga manfaat buah pisang untuk mas baby yaa Buibuk

🍌 Mudah Dicerna
Pisang mengandung serat mudah larut bernama pektin yang membuat pisang mudah ditelan bayi.

🍌 Mengatasi Sembelit
Kandungan serat pada pisang dapat melancarkan pencernaan dan membantu konstipasi pada bayi dengan mendorong kotoran lebih mudah.

🍌 Mengontrol Diare
Pisang bisa dikombinasikan dengan sereal untuk mengontrol diare pada bayi.

🍌 Membantu Perkembangan Bayi
Nutrisi yang terkandung dalam buah pisang, antara lain potasium, kalium, kalsium, magnesium, fosfor, belerang, besi, dan tembaga. Kandungan potasium ini dapat membantu menjaga irama jantung si kecil dan memperkuat fungsi ototnya. Kalsium juga zat yang baik untuk memperkuat tulang buah hati kita.

🍌 Mengurangi Peradangan Kulit
Kandungan vitamin A, C, dan B6, serta mineral pada buah pisang dapat membantu merawat kulit mas baby.

🍌 Menjaga Kesehatan Mata
Kandungan Vitamin A-nya baik untuk menjaga kesehatan mata.

🍌 Memperkuat Sistem Imun Bayi
Kandungan Vitamin C membantu sistem kekebalan bayi

Nah… Gimana? Ternyata, selain mudah didapat, pisang juga kaya manfaat kan Bu? Monggo silakan dicoba. [w]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *