Jurnal Kegiatan Anak

MPASI Bayi 6 Bulan ala WHO & UNICEF

Ketika umur Abdillah 6 bulan, ia harus sudah mulai mengkonsumsi MPASI. Sebab ASI eksklusif hanya diberikan pada bayi usia 0-6 bulan. Nah, masalahnya, ummik bingung, makanan apa yang paling pas diberikan buat Abdillah di awal tahapan makannya itu? Seberapa banyak? Sesering apa?

Alhamdulillah ummik ketemu blog duniasehat.net milik ante Annisa Kardi yang bicara banyak tentang makanan pendamping ASI. Ummik juga dapat referensi dari WHO, UNICEF, dan IDAI. Nih, ummik jabarkan di sini.


Bayi harus mulai dikenalkan pada makanan ketika ia berusia 6 bulan atau, dengan kondisi tertentu, ketika ia berusia 4 bulan lebih. Tidak boleh kurang dari itu sebab dapat mengganggu sistem pencernaan bayi. Sistem cerna bayi belum matang untuk bisa mencerna makanan padat.

Kondisi tertentu itu jika:
🌽 berat badan bayi tidak menunjukkan penambahan signifikan meskipun sudah disusui dengan benar
🌽 sudah sering disusui tapi bayi masih nampak lapar

Di usia 4-6 bulan, saraf dan otot mulut bayi sudah cukup berkembang untuk dapat digunakan mengunyah dan menggigit. Bayi yang usianya kurang dari 4 bulan cenderung akan mengeluarkan makanannya kembali karena ia belum bisa mengontrol gerakan lidahnya.

Memberi makan terlalu dini (kurang dari 4 bulan) berbahaya, karena:
🌽 bayi akan berhenti menyusu dan lebih memilih makan. Padahal, pada usia itu, ia belum membutuhkan makanan.
🌽 antibodi yang diterima dari ASI akan berkurang. Ini meningkatkan resiko terserang penyakit.
🌽 resiko terserang diare juga meningkat karena makanan yang dimakan belum tentu sebersih ASI.
🌽 makanan yang diberikan cenderung berair. Gizinya tentu tidak sebanyak ASI. Dengan demikian kebutuhan zat gizinya juga tidak akan terpenuhi.
🌽 ibu juga beresiko hamil lagi karena tidak sering menyusui.

Namun, MPASI ini juga tidak boleh ditunda pemberiannya atau diberikan ketika usia bayi lebih dari 6 bulan. Sebab, seiring dengan bertambahnya usia, anak bayi mulai bertumbuh dan menjadi semakin aktif. Ia membutuhkan lebih banyak energi dan zat gizi. ASI saja tidak cukup untuk memenuhi energi dan zat gizi yang ia butuhkan itu.

diagram jumlah energi yang dibutuhkanΒ 

Diagram di atas menunjukkan jumlah energi yang dibutuhkan anak bayik seiring dengan usianya (dibatasi garis merah). Juga menunjukkan banyaknya energi yang disediakan ASI (warna kuning). Seiring dengan bertambahnya usia anak bayik, terjadi jarak (warna putih) antara energi yang dibutuhkan dan yang disediakan ASI.

Artinya:

  • MPASI dibutuhkan untuk mengisi kekosongan energi
  • Semakin besar usia bayi, semakin besar pula makanan yang dikonsumsi
  • Bila kekosongan itu tak kunjung diisi, pertumbuhan bayi akan terhambat atau melambat
DIAGRAM IRON GAP

Diagram di atas menunjukkan banyaknya zat besi terserap yang dibutuhkan anak bayi berdasarkan rentang usianya (garis merah). Grafiknya menurun. Jumlah zat besi terserap yang dibutuhkan ini berhubungan dengan banyaknya sel darah yang dibentuk oleh bayi. Sel darah baru lebih banyak dibentuk ketika bayi berusia setahun ketimbang ketika ia menginjak usia 2 tahun.

Bayi-bayi yang lahir cukup bulan, memiliki zat besi yang dapat memenuhi kebutuhannya di awal-awal bulan kelahirannya (warna merah muda). Namun, jumlah tersebut akan habis ketika ia berusia 6 bulan. Kebutuhan zat besi akan bergantung pada ASI (warna kuning) yang jumlahnya sangat sedikit.


Artinya:
🌽 MPASI yang mengandung zat besi tinggi sangat dibutuhkan untuk kekosongan zat besi pada bayi di usia 6 bulannya.
🌽 Kalau kekosongan itu dibiarkan saja, bayi akan mengalami anemia.
🌽 Kekosongan zat besi yang terbesar ada pada bayi dengan rentan usia 6-12 tahun. Jadi, bayi dengan usia tersebut beresiko besar mengalami anemia.
🌽 Bayi-bayi yang lahir prematur atau lahir dengan berat badan rendah juga beresiko tinggi menjadi anemia. Ini karena mereka terlahir dengan pasokan zat besi yang kecil yang kemudian mereka gunakan untuk bertumbuh. Alhasil, pasokan itu akan lebih cepat habis dan mereka membutuhkan lebih banyak zat besi daripada bayi-bayi yang lahir cukup bulan atau dengan berat badan normal/besar.

Kondisi kekosongan ini juga ditemui pada kebutuhan zat gizi lainnya. Seringnya, yang sulit dipenuhi itu kekosongan energi, zat besi, seng, dan vitamin A.

Menurut UNICEF, ada 6 hal yang harus diperhatikan dalam memberikan MPASI. Ini supaya kekosongan energi dan zat gizi yang bayi butuhkan terpenuhi. Keenamnya itu: frekuensi, jumlah takaran, tekstur, ragam jenis, pemberian makan yang responsif, dan kebersihan.

FREKUENSI

Berikan MPASI bayi 6 bulan 2 kali sehari.

JUMLAH TAKARAN

Sekali makan, cukup berikan sebanyak 2 – 3 sendok makan orang dewasa. Mungkin bagi kita sedikit sekali ya, tapi bagi mas baby itu sudah banyak. Di awal tahapan makannya, porsi Abdillah juga sikit. Tak sampai 2 sendok malah.

TEKSTUR

Tekstur untuk tahap pengenalan ini haruslah cukup padat untuk bisa dipegang dengan tangan.

RAGAM JENIS

Awali MPASI dengan makanan pokok yang dibuat seperti bubur. Apakah itu dari jagung, gandum, millet, beras, ubi, atau sorgum. Pisang yang dilumatkan atau kentang tumbuk juga bisa diberikan.

PEMBERIAN MAKAN YANG RESPONSIF

🌽 Bayi mungkin membutuhkan waktu membiasakan diri untuk makan di samping minum susu.
🌽 Sabar dan tetap mendorong bayi untuk makan.
🌽 Jangan memaksa bayi untuk makan.
🌽 Gunakan mangkok terpisah saat menyuapi bayi. Ini untuk mengetahui sebanyak apa ia makan.

KEBERSIHAN

🌽 Gunakan sendok dan mangkok yang bersih saat menghidangkan makanan.
🌽 Simpan makanan bayi di tempat yang aman dan terlindungi.
🌽 Cuci tangan ibu dengan sabun sebelum mengolah pangan bayi.
🌽 Cuci tangan ibu dan bayi sebelum makan.
🌽 Cuci tangan ibu dengan sabun setelah membersihkan pup atau mengelap pantat bayi

Selain itu, ada lagi nih yang harus diperhatikan. Meskipun makanan harus sudah dikenalkan pada bayi usia 6 bulan, ASI masih tetap menjadi makanan utamanya. Jadi, ASI harus lebih dulu diberikan daripada makanan. Dan, tetap susui bayi sesuai kemauannya, baik siang maupun malam. [w]


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *