• Kompetisi Blog

    My 2018 Best Moment: Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti

    Saya bukan orang yang pandai mengingat. Namun, tahun 2018 ini sepertinya akan menjadi tahun yang tak pernah terlupakan dalam hidup saya. Sebuah pergantian hidup. Yang patah tumbuh, yang hilang berganti. … Kisahnya bermula di awal September tahun lalu. Papa sakit. Aku pun terbang ke Semarang untuk menemani mama merawat papa. Awalnya kupikir sakit biasa, karena toh papa masih bisa membuat lelucon saat badannya terbaring di ranjang rumah sakit. Tapi dokter langsung memintanya menginap saat pertama kali papa datang berobat. Serangkaian tes papa jalani selama dua hari di RS itu. Papa bilang, mungkin stroke ringan. Dokter sudah datang berkunjung atau istilahnya ‘visit‘. Namun, ia tak memberi tahu hasilnya. Setelah dokter itu…

  • Kesehatan

    Perlindungan Imunisasi Bagi Generasi Negeri

    Terngiang-ngiang ucapan Bu Bidan saat saya mengantar Abdillah imunisasi beberapa waktu lalu. “Imunisasi campak ini sudah diganti dengan MR ya, Bu. Ada tambahan untuk (penyakit) rubella,” katanya sambil membubuhkan tulisan MR pada halaman imunisasi di buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) milik Abdillah. “Wah, MR ya,” jawabku. “Tenang. Masih lama, di usia sembilan bulan,” ujarnya lagi. Dag dig dug saya mendengar imunisasi MR. Sebab, imunisasi MR tengah hangat diperbincangkan khalayak negeri ini. Terlebih setelah banyaknya penolakan di beberapa daerah di luar Jawa. Yang ada efek sampingnya-lah, yang haram-lah… Gimana nih? Cari tahu dululah, yuk!   Ada apa sih dengan imunisasi MR? Hasil googling, imunisasi MR ini merupakan imunisasi yang diberikan…

  • Jalan

    Perjalanan Panjang ke Selatpanjang (Bagian 2 – Habis)

    Meski sudah berada di satu provinsi, jarak Pekanbaru-Selatpanjang masih jauh. Di peta bisa saja ditarik garis lurus, sejatinya, berkelok-kelok dan kami harus tiga kali ganti armada. Lama dan melelahkan. … Kami memutuskan bermalam di Pekanbaru. Eh, memang harus bermalam sih, karena sudah terlambat untuk memesan tiket. Badan sudah terasa penat. Abdillah pun sedari siang berada di gendongan. Kami butuh meluruskan pinggang. Abah Abdillah sudah memesan kamar di Grand Tjokro. Jadilah, dari bandara kami langsung menuju hotel itu. Tidak jauh, alhamdulillah. Abdillah langsung rebah sesampainya kami di hotel. Sembari dia bermain bersama abah, aku mandi supaya hilang segala penat diri. Setelah itu rebah di samping dan menyusuinya. Tak butuh waktu lama…

  • Cerita Wenny,  Jalan

    Perjalanan Panjang ke Selatpanjang (Bagian 1)

    Setelah sepekan berlalu, baru bisa kumenepuk pundak sendiri. “Kamu bisa, Wen!” Alhamdulillah. Memang terasa sekali Allah memudahkan perjalanan kemarin. Hingga kami bisa tiba di Selatpanjang dengan selamat. *** Rabu, 29 Agustus 2018. Pukul 23.00 wib.   Astaga, ketiduran! Ingin rasanya memarahi diri karena tak bisa menahan kantuk saat menyusui Abdillah malam itu. Tapi, sudah bangun pun rasa penat masih tertinggal di badan. Tandanya, ini capek beneran. Kutengok Abdillah, masih pulas tidurnya. Mama, embak, dan duo krucils —Rayya Rafif terlelap di kamar sebelah. Berat rasanya hendak bangkit dari kasur tapi aku harus berkemas sekarang. Tak ada waktu lagi. Aku beringsut menuju kamar mandi, membasuh muka. Lalu mengambil koper untuk membawa barang bawaan.…