Pengalaman Pertama Berkereta Bersama Abdillah, si Bocah Lanang

KA Ekonomi Matarmaja Semarang – Malang

Seperti berkendara di lorong waktu menuju masa lalu. Terlebih jika melihat anak-anak muda dengan pakaian seadanya dan tas yang menggumpal duduk di set kursi yang berhadap-hadapan. Mereka cekikikan, mengobrol ngalor-ngidul, membahas apa saja, bercerita suka-suka, mengindahkan yang lain tapi tak mau mengambil pusing.

Ha, saya pernah seperti itu. Sok-sokan mau traveling tapi dengan budget terbatas. Intinya sih menggembel bersama. Dari Jakarta ke Malang. Bukan mau ke Bromo, tapi Sempu. Tau Sempu saja tidak, waktu itu. Tapi yang penting kan jalan-jalan. Sama teman-teman, liat lampu kota lain. Mlipir sejenak dari rutinitas yang sangat terarah.

“Kamu naik ekonomi, Dek?” kata Embak sebelum berangkat tadi malam.

“Iya,” jawabku.

“Yakin? Udah tahu kan ekonominya kayak gimana?” tanyanya lagi.

“Belum. Tapi (kereta) ekonomi sekarang kan dah enak. Nggak kaya dulu,” jawabku lagi.

“Masa belum pernah? Udah tau. Coba diinget-inget lagi,” katanya.

Lah.. kok malah Embak yang inget aku pernah naik Matarmaja ke mana – yang akhirnya aku inget juga pernah naik Matarmaja ke mana. Bayangan masa lalu muncul. Tapi kan kondisinya sudah berbeda sekarang.

Sembari menunggu kereta datang, saya berdoa semoga kelas ekonomi tak jauh beda enaknya ketimbang kelas eksekutif. Saya tahu kekhawatiran embak. Saya juga akhirnya ikut risau. Sebab perjalanan kali ini saya membawa Abdillah, si bocah lanang. Usianya baru tiga bulan.

Bagian dalam KA Ekonomi Matarmaja

Begitu masuk gerbong, kaget! Keadaan nggak jauh beda. Penuh pulak. Ada drama pulak, kursi sudah diduduki orang – anak-anak muda. Sempat bersitegang. Mereka sampai periksa tiket kami. Giliran diminta tunjukkan tiket mereka, mereka enggan. Rupanya, mereka sempat tukar tempat duduk dengan pemilik nomor kursi saya sebelumnya (pemilik kursi itu sudah turun). Geez.. daripada berlarut, kami memilih duduk di kursi yang mereka miliki sebenarnya.

Begitu duduk, nggak bisa tenang. Bocah lanang masih terlelap dalam gendongan. Tapi saya sungguh tidak bisa bergerak. Untuk minum pun susah. Mana baterai hp habis. Mau ambil kabel pengecas pun tak sanggup. Tas tangan ada di bawah kursi. Bawaan kami banyak.

bawaan segudang

Tidur tak nyenyak. Saya ingin ganti armada rasanya (memangnya naik taksi online). Matarmaja sering berhenti untuk mempersilakan kereta lain lewat. Ketika itu, mesinnya mati. Pendingin ruangannya pun ikut mati. Sumuk. Gerah. Abdillah bangun. Rewel. Huah! Mamak panik. Langsung ‘disumpal’. Untung mau. Alhamdulillah.

Kereta jalan lagi, gerak lagi, bunyi-bunyi lagi, Abdillah tidur lagi. Mungkin seperti ditimang-timang.


Pukul 02.00 dini hari dia bangun. Mata kecilnya terbuka lebar. Senyum-senyum dia. Ngajak becanda. Hwah. Meeeeen, rasanyaa…

Nggak lama setelah itu, dia ngantuk dan tidur lagi. Alhamdulillah mamak bisa ikut tidur. Setelah terbangun dan mendapatkan roti serta teh anget, rasanya mata mulai melek lagi. Kelas ekonomi nggak jelek-jelek juga. Meskipun, tetep, kurang nyaman buat bayi. Tapi onone yo mung iki. Perburuan tiket di Traveloka berakhir nihil. Besok saat kembali ke Semarang juga menggunakan kereta yang sama. Semoga bocah lanang enggak rewel dan bisa menikmati perjalanan. Aamiin. []

Comments

    1. Post
      Author
    1. Post
      Author
  1. Jike Hariyaningsih

    Seru banget kak naik kereta api bareng dengan anak-anak. Aku aja yg segede gini baru sekali naik kereta api, huhuhu
    Asyiknya naik kereta itu lebih leluasa ya dibanding naik bus yg agak mepet sana sini, sempit. Kalo di kereta juga jalurnya lancar jaya jadi lebih cepet sampe..

    1. Post
      Author
      wenny

      kereta ada juga macetnya kak. Tuh, kaya KA Matarmaja yang saya naiki. Setiap kali ada kereta lain lewat, dia berenti dulu. Nunggu kereta lain lewat….

    1. Post
      Author
    1. Post
      Author
  2. Citra

    Tak terasa sudah tiga tahun kagak Naik kereta api… Jadi kangen baca pengalaman kakak ini, seru ya kak? Walau Ada kejadian ngeselin hihi

    1. Post
      Author
  3. arreza mp

    memang sensasi naik kereta kurang bisa dinikmati oleh anak anak di batam, kecuali kalau ke kepri mall, naik kereta api muter di dalam mall saja

    jadi nya setiap sabtu, pasti anak sibuk, ayah, tut tut tut yuk

    hehehe

    1. Post
      Author
  4. ruziana ina

    harus banyak sabar ya jika kita bawa bayi bepergian
    jadi ikutan gemes dengan remaja yang reseh gitu
    dah tahu liat orang bawa bayi masih aja ngeyel
    semoga ga kapok ya mba bawa anak bepergian

    1. Post
      Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *