#BaruJadiIbu

#BaruJadiIbu: Ngotot Menyusui Meski Kena Milk Blister

Saya baru tau tentang milk blister dari postingan sodara di instastory-nya. Dia mem-posting satu titik putih yang kecil. Di halaman lainnya, dia mem-posting asip dari payudara dengan dan tanpa milk blister. Semacam perbandingan gitu. Well, ternyata beda hasilnya.

Saya langsung googling deh apa itu milk blister. Dijawabnya, milk blister itu bintik putih pada puting ibu seperti jerawat. Sebutan lainnya itu jerawat puting. O Mak, puting pun bisa berjerawat. (baca: Kamus Istilah Menyusui)

Kenapa jerawat itu bisa muncul? Rupanya berawal dari payudara yang lecet. Ketika puting lecet, ia secara otomatis akan membentuk kulit baru. Dalam proses ini ada sisa ASI yang akhirnya menutupi pori-pori dan menyebabkan saluran ASI tertutup. Kondisi ini sering menimbulkan rasa sakit yang tidak tertahankan pada puting tersebut.

Ternyata oh ternyata, setelah mencerna artikel itu, saya sadar saya pernah mengalami itu. Dan berita baiknya, alhamdulillah sudah sembuh.

Disebutkan dalam artikel, penyebab milk blister itu ada banyak. Yakni,

  1. kelebihan pasokan ASI
  2. tekanan berlebih di area tertentu pada payudara
  3. masalah perlekatan bayi dan payudara ibu
  4. adanya jamur penyebab sariawan
  5. pinggiran mulut pompa ASI yang kurang pas atau pompa ASI yang terlalu kuat hingga menimbulkan gesekan atau lecet pada payudara ibu
  6. alergi kulit atau dermatitis kontak terhadap krim, salep, atau obat yang dioleskan ke puting
  7. merupakan lesi herpes, bagi ibu yang memiliki riwayat penyakit herpes

Nah, kalau saya, setelah dipikir-pikir, penyebabnya itu dari pompa. Saya ingat, bintik putih itu muncul beberapa hari setelah saya rutin pompa asi. Mungkin, perlekatan corong pompa tidak baik.

Sodara saya bilang, bintik putih itu asi beku. Sisa asi yang tidak terminum. Kok bisa tidak terminum, pikirku. Saya lap, enggak hilang. Akhirnya kucongkel juga pakai kuku jari. Eh, tetep nggak hilang. Saya pencet-pencet biar dia melompat keluar, eh, malah bagian bawah aerola-nya yang bengkak. Panik dongs. Tapi ya udah, saya tinggal gitu aja.

Saya nggak lagi penasaran dan terus pakai itu payudara untuk kasih susu ke Abdillah. Alhamdulillah, tidak ada rewel yang berarti. Atau lebih jelasnya, tidak ada rewel yang membuat saya teringat pada milk blister itu.

Hingga kemudian postingan itu muncul dan saya teringat kembali dengan milk blister saya. Pas saya cek, wah, sudah hilang. Alhamdulillah.

Buibu mau tau gimana caranya milk blister saya bisa blingsatan keluar? Saya enggak ngelakuin treatment macem-macem sih. Cuma saya pakai buat nyusuin aja terus.

Jadi, inilah beberapa cara merawat milk blister itu:

  1. Menyusui lebih sering, kecuali bagi yang memiliki riwayat herpes
  2. Kompres hangat puting selama 2 – 3 menit sebelum menyusui
  3. Pijat puting susu
  4. Ganti posisi menyusui
  5. Banyak minum air
  6. Hindari mengenakan bra yang ketat atau berkawat
  7. Jaga area puting tetap lembab, untuk mengurangi rasa sakit dan tidak nyaman. Caranya: – letakkan bola kapas yang sudah ditetesi minyak zaitun di dalam bra, tepat di posisi puting; – rendam puting dalam secangkir air yang sudah dicampur dua sendok teh garam, empat kali sehari ; – oleskan salep lanolin secara teratur sesuai petunjuk dokter.
  8. Konsultasikan ke konselor laktasi jika isapan bayi kurang dalam atau bayi secara konsisten mengalami kesulitan menempelkan puting ke dalam mulutnya.

Milk Blister saya hilang dalam waktu 1,5 bulan. Sodara saya dalam waktu 1 bulan. Mungkin kalau perawatannya tepat, bakal hilang lebih cepat.

Untuk pencegahan, pastikan kita mengelap payudara setiap kali selesai menyusui dengan handuk kecil. Ini untuk menghindari adanya sisa susu pada puting.

Yang saya ingat-ingat juga sekarang sih cuma pastikan perlekatan mulut bayi ke payudara ibu itu tepat. Perlekatan yang baik akan menghindarkan ibu mengalami milk blister. Jadi… watch the baby ya, Buibu, selama menyusui, bukan watch yang lain-lain – apalagi drama korea (ini mah saya banget. huhuuu). []

15 thoughts on “#BaruJadiIbu: Ngotot Menyusui Meski Kena Milk Blister

    1. Saya nggak punya konselor ASI khusus mbak. Waktu awal-awal menyusui saya banyak nanyanya ke bidan dekat rumah di daerah Jatingaleh, plus ngobrol sama teman yang menyusui juga.

      Kalau mbak butuh konselor ASI, ada nih rekomendasi teman. Namanya dr Yetty. Prakteknya di RS Hermina Banyumanik dan RSIA Gunung Sawo.

      Oiya, AIMI Jateng juga melayani pendampingan ASI mbak. Sila dikontak AIMI Jateng mbak..

  1. Mbak itu gk diobatin apa2 ya putih2 ya cuma disusuin aja trus ilang sndiri,selma ini aku blm prnh ngalamin ya tp kok sepertiya aku kena milk blister deh huhuhu

  2. Aku juga kayaknya kena milk booster kak,, dan juga baru operasi abses payudara kiri,, setiap baby habis nyusu pasti ada lendir putih kental gitu,, apa itu milk booster yg keluar y kak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *