#AyoBukaBuku : Aku Selalu Hati-Hati Seri Halo Balita

Saya memilih Buku Seri Halo Balita berjudul Aku Selalu Hati-Hati untuk memulai kampanye #AyoBukaBuku ini. Bukan karena apa-apa, ketika ingin mulai menulis, Rayya mengajak saya membaca buku ini. Pas sekali-lah. Jom kita baca!

♥♥♥

Rasa ingin tahu pada diri anak-anak itu begitu besar. Kalau belum mencoba sendiri, belum akan berhenti. Seperti Sali, tokoh utama dalam buku anak berjudul Aku Selalu Hati-Hati itu.

Diceritakan dalam buku itu, Sali bermain-main dengan pisau, bermain api, dan tanpa takut memegang kabel listrik. Lalu pisaunya jatuh mengenai kaki. Si bunga api menjatuhi buku dan membuatnya berlubang. Sali juga kaget karena jarinya tersengat aliran listrik saat memegang kabel.

Duh, orang tuanya mana sih, kok anaknya dibiarin main-main sama barang-barang yang berbahaya?!” – Pasti kalian akan berpikir seperti itu.

Nah, dalam buku itu, ibu hadir sebagai sosok hero. Ibu datang mengobati dan memberi plester kaki Sali yang luka karena pisau. Ibu berpesan pada Sali untuk berhati-hati. Sali pun berjanji untuk berhati-hati.

Ketika bukunya berlubang, Sali juga langsung berteriak, “Ibu, toloooong…! Bukunya jadi bolong.”

Ayah datang dan bertanya kenapa bisa bolong.

“Tadi Sali main api naga. Tapi korek apinya jatuh,” jawab Sali.

“Kalau begitu, nanti lebih hati-hati lagi ya,” kata Ibu sambil tersenyum.

Bagian Dalam Buku Aku Selalu Hati-Hati

Kalian pernah nggak sih berhadapan dengan kondisi seperti itu? Pasti sering kan. Tapi, sebelum adik, anak, atau keponakan kita pegang pisau, api, atau kabel listrik, mata kita pasti sudah melotot duluan dan mulut cepat-cepat berkata, “Jangan pegang itu!”

Ummm, ternyata Ibu Sali enggak berkata ‘jangan’ loh. Diceritakan, Sali sudah kena batunya dulu baru ibu datang dan, dengan lembut, memperingatkan Sali untuk berhati-hati.

Apakah Sali kemudian benar-benar berhati-hati?

Di akhir buku, ada cerita ketika Ayah Sali pulang ke rumah membawa kunang-kunang. Ayah meminta Sali memegangnya tapi ia menolak. “Nggak mau, ah. Takut panas,” katanya.

Sali teringat pada api yang membakar buku ceritanya dan listrik yang menyengat jarinya. Dia takut, kejadian itu terulang lagi. Padahal, kunang-kunang tidak panas dan tidak menyengat, meskipun badannya bisa mengeluarkan cahaya.

Wah, Sali sudah berhati-hati ya, sekarang…

Rayya dan Aku-Selalu-Hati-Hati

Tentang Buku Aku Selalu Hati-Hati

Buku Aku Selalu Hati-Hati ini masuk dalam seri Self Help dari rangkaian buku Halo Balita. Seri Self Help lainnya itu ada Aku Bisa Makan Sendiri, Aku Bisa Mandi Sendiri, Aku Bisa Pakai Baju Sendiri, Aku Berani Tidur Sendiri, Aku Bisa Merapikan Mainan Sendiri, Aku Suka Buku, Aku Berani ke Dokter, dan Aku Senang Keliling Kota.

Buku ini cocok untuk para balita – bawah lima tahun. Karena mereka belum dapat membaca, teks dalam buku ini cuma sedikit. Sisanya adalah gambar ilustrasi.

Gambar ilustrasinya berwarna-warni dan, menurut saya, mudah dicerna anak-anak. Sering saya dapati Rayya membuka-buka buku ini sendiri dan hanya membaca gambarnya. Ketika saya memintanya bercerita, cara bertuturnya berbeda dengan teks buku. Namun, inti ceritanya sama.

Yang saya suka dari buku ini, dan juga buku seri Halo Balita lainnya, adalah cover dan halamannya yang tebal dan keras. Jadi kalau kena banting tidak rusak dan, yang paling penting, tidak mudah sobek.

Buku ini juga punya ‘hadiah’ di bagian belakangnya. Rayya selalu excited membuka hadiah itu – meskipun dia sudah tahu isinya karena berulang-kali membukanya. Kadang, dia cuma buka buku untuk mencari ‘hadiah’-nya saja. Hahaha… Bocah. []

 

Sampul Depan Buku Aku Selalu Hati-Hati

Aku Selalu Hati-Hati

Seri Halo Balita; 07

Penulis Naskah : Irfan Amalee

Ilustrator : Ade Prihatna

Penerbit Pelangi Mizan

Tebal 28 Halaman

ISBN 978-979-26-9354-6

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *