#BaruJadiIbu,  Cerita Wenny

#BaruJadiIbu: Ketika Mamak Nggak Paham Kode Bayi Lapar

Bersyukur sekali bisa pulang ke rumah, di hari ketiga setelah lahiran. Pas ngeliat kasur, rasanya ingin rebahan dan tidur sepuasnya. Tapi…

“Tiap dua atau tiga jam sekali anaknya harus nyusu ya, Bu. Nggak usah disuruh-suruh harus udah ngerti, dua jam sekali nyusui anak. Keluarga juga harus ingatkan ibunya buat nyusuin,” kata dokter anak.

Alhasil, saya selalu melihat jam setiap kali menyusui. Kalau sudah selesai, menghitung kapan lagi Baby Ab harus bangun. Sebelah tangan lalu bergerak-gerak meraih ponsel. Mencari aplikasi jam dan menyetel alarm supaya berbunyi dua jam kemudian.

Dua jam kemudian, ketika alarm bunyi, bangunkah saya? BIG NO! Abdillah udah nangis-nangis duluan dan tangan Mama yang berhasil membangunkan saya.

“Dek. Anak nangis segitunya masa’ nggak dengar? Sudah jadi ibu lho sekarang,” omel Mama.

Ini nih. Kebiasaan yang susah hilang: abai dengan bunyi alarm. Susah jadinya sekarang kalau harus bangun tiap dua jam. Mata rasanya sepet.

Kalau udah nangis, mamak baru ini jadi panik. Apalagi nangisnya kencang kali. Mulutnya menganga ke sana ke mari, mencari-cari sesuatu tapi tak kunjung dapat. Moncong ASI sudah masuk mulutnya. Jangan dulu tanya ngenyot. Mingkemin mulut aja dia nggak mau. Mamak bingung.

Ada, mungkin, tiga puluh menit waktu yang kami butuhkan untuk membuatnya tenang. Jadi, sudah berkurang satu jam dari jadwal dua-jam-sekali-nyusu itu tadi. Alhamdulillah, saat tenang, dia mau ngenyot. Ah, mamak lega. Lalu mulai setting alarm untuk dua jam kemudian.

KATA PARA AHLI,

Teorinya, dalam 24 jam, bayi harus menyusu sebanyak delapan hingga dua belas kali. Makanya, muncul aturan bayi menyusu dua atau tiga jam sekali. Namun, dilansir dari health.detik.com, menurut Konselor Laktasi dari Sentra Laktasi Indonesia dr Hikmah Kurniasari MKM CIMI tidak perlu menunggu dua atau tiga jam untuk menyusui bayi.

“Kalau memang dalam satu jam bayi sudah rewel atau mulai merengek, bisa jadi dia lapar kan. Susui saja,” katanya.

Ya memang, bayi rewel atau menangis itu bukan cuma karena lapar. Nah, ini pentingnya buat ibu, ayah, atau anggota keluarga lain yang merawat bayi untuk mengenali tanda lapar bayi.

Ini saya salin dari laman grup ibuhamil.com tentang tanda lapar bayi. Tanda bayi mulai lapar dimulai dari:

  1. Mulai terbangun
  2. Mengeluarkan suara pelan-pelan
  3. Mouthing: mengeluarkan lidah dan menjilat-jilat bibir
  4. Rooting: menggeleng-gelengkan kepalanya seperti mencari payudara dan mulai membuka mulutnya
  5. Mulai memasukkan tangan ke dalam mulut
  6. Menangis pelan dan lambat laun meningkat intensitasnya.

Jadi, rupanya, menangis itu tanda paling akhir kalau bayi lapar. Wah, kebalik nih saya. Saya pikir, menangis itu tanda awal dia lapar.

Dari laman aimi-asi.org saya dapat ilmu, kalau bayi yang sudah menangis itu memang susah disusui sebab, menangis itu tahapan paling akhir dari tanda laparnya. Istilahnya, udah jengkel gitu kali ya.

‘Mamak ini! Udah ngasih #kode berulang kali kok nggak muncul-muncul juga susunya. Nangis ajalah aku!’

Yah, Nak. Namanya juga #BaruJadiIbu, maklumlah kalau mamakmu ini nggak paham kode. Biasanya juga kan mamak yang ngasih kode ke bapakmu. #eh… []

22 Comments

    • wenny

      iya kalau diteriakin, kalau malah dicuekin gimana kak.. ‘Ini anak ngapain kode-kode begitu, kena racun dari film mana lagi dia..’ Entar dipikirnya begitu lagi. hihihi

  • sarah eyie

    Tenang mak…tenang…beberapa kedepan mamak pasti sudah terbiasa dengan tidur tidur ayam karena harus bangun dengan rengekan si dedek bayi… karena sengantuk apapun emak..gak bakalan bisa tidur kalo si dedek menangis nak minta nyusu… 🙂

  • Cucum Suminar

    Ngerasain banget nih bangun setiap dua jam. Udah gitu bayi selalu melek setiap tengah malam, dan siang tidur. Dibalik. Semoga tetap sehat ya mbak, dan selamat jadi ibu.

    • wenny

      Terimakasih teh. Kata temen, bisa juga bayi dibiasakan tidur malam yang artinya kalau siang dia harus melek. Da bikin melek pas siang itu yang susyah. Bayi bukannya memang tidur terus yaaak…

  • Indy Ummu NeishaArfa

    Masa awal pasca melahirkan memang super melelahkan. Tapi nanti bikin kangen lho. Apalagi kalau liat bayi mungil. Bikin gemes. Kalau saya biasa menandai bayi yang harus dengan menempelkan jari di pipi dekat bibir. Kalau dia langsung nengok dan mau melahap biasanya tanda haus. Lama2 tahu sendiri pakai feeling mbak.

    • wenny

      Iya kak. Siapa tahu, gak kerasa, dia dah besar aja yaaa jadi kangen masa-masa kayak begini..

      Awalnya juga saya praktekin yang nyentuh pipinya gitu kak. Lah, dia memang langsung mencari-cari gitu kak sambil nangis tentunya. Sekarang sih, kalau dia nangis langsung kusodorin ASI, alhamdulillah mau..

  • Juli

    Kalo anakku dulu 30 menit sekali minta, Mbak.. Kalo aku nandainnya sih dengan sentuh pipinya (agak dekat ke bibirnya), bs pake punggung telunjuk atau cium aja… Kalau dia bereaksi mencari (seperti diberi harapan utk nyusu), kususui aja mbak. Menurut yg ku tahu, jangan sampe dia nangis dluan, Mbak. Karena dia frustasi dan ya itu, susah utk ditenanngkan… Kalau DSA ku dan pakar laktasi bilang, susui semau bayi, jangan dijadwal… Semangat mengASIhi, Mbak….

    • wenny

      iya mbak Jul.. Aku kira kalau lapar dia pasti nangis jadi nunggu dia nangis dulu baru kususui. sekarang dah tahu jadi ngeliat kode-kodenya dulu deh

    • wenny

      tangisan bayi antara satu dan lainnya memang beda kak.. tapi kalau nangisnya karena lapar atau gerah atau gak nyaman, kayaknya untuk satu bayi sama aja deh kak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *