Sajikan Menu Piring Gizi Seimbang ‘So Good’ Buat Ibuk

Menyiapkan menu piring gizi seimbang buat Ibuk memang a little bit tricky. Ada pantangan-pantangan yang sebisa mungkin dihindari. Namun, persoalan gizi seimbang tetap harus dipenuhi. So Good bantu penuhi itu.

***

Kalau ngomongin soal gizi, Ibuk memang cukup rewel. Dulu, ketika anak-anaknya masih kecil, ia selalu berusaha membuat variasi menu yang bergizi. Jarang, kami makan menu yang sama dalam dua hari berturut-turut, kecuali kalau kami yang memintanya.

Sekarang, ibuk telah menua. Usianya sudah memasuki kepala 6. Ia masih saja rewel pada gizi anak-anaknya, terlebih lagi, pada cucu-cucunya. Setiap kali bertanya soal menu masakan cucunya, komentarnya pertama kali pasti, “Makan itu terus, mana ada gizinya, Nak? Perhatiin kandungan gizinya lah, Nak.”

Namun demikian, hal itu tidak berlaku untuk gizinya sendiri. Ia bersikap sangat toleran pada dirinya sendiri. Kalau tak ada gizi pada piringnya, ia tak masalah. Saya yang masalah.

Saya sekarang sedang tinggal bersama Ibuk. Ibuk sudah jarang masak. Usia membuatnya lelah saat harus berlama-lama berada di dapur – meracik bahan, meng-ulek bumbu, dan berdiri saat menggoreng atau menggulai. Ditambah lagi, kami hanya tinggal berdua. Lebih praktis beli masakan jadi, katanya.

Untuk perempuan yang sebagian besar usianya dihabiskan untuk jajan di luar rumah seperti saya, perkataan ibuk itu seperti angin segar. Ibuk tak mengharuskan saya memasak. Tapi… lama-lama, bosan juga makan masakan luar. Menunya itu-itu saja. Jatohnya pun lebih mahal daripada masak sendiri. Berhemat, Cuy, barang-barang kebutuhan makin mahal!

Selain itu, ibuk juga masih membutuhkan makanan bergizi. Gizi itu untuk memperkuat daya tahan tubuh, regenerasi sel-sel tubuh yang rusak, juga untuk menghambat datangnya penyakit. Dan… saya, akhirnya, membulatkan tekad untuk memasak sendiri! *singsingkanlenganbaju

Langkah pertama, saya harus menyiapkan menu. Well, it’s a little bit tricky nih. Soalnya ibuk paham soal gizi. Saya lalu berselancar di dunia maya dan bertemu artikel tentang menu piring gizi seimbang. Rupanya, satu hal yang harus saya ingat adalah sebuah menu harus memenuhi pola gizi seimbang.

Gizi seimbang itu maksudnya terpenuhinya kebutuhan gizi seseorang untuk pemeliharaan dan perbaikan sel-sel tubuhnya serta untuk proses kehidupan, pertumbuhan, dan perkembangannya. Untuk menciptakan gizi yang seimbang itu tidak hanya dari satu jenis makanan. Departemen Kesehatan RI menyarankan untuk mengombinasikan beragam jenis makanan.

Setidaknya, ada empat kelompok bahan makanan dalam hidangan seseorang. Ini berlaku baik untuk anak-anak, dewasa, maupun para lansia. Keempat kelompok itu:

  1. Karbohidrat; Kadarnya 35%. Bahan makanan yang mengandung karbohidrat itu seperti beras, kentang, ubi kayu, jagung, dan gandum.
  2. Sayuran; Sebanyak 35% bagian dari sebuah hidangan diisi sayur-sayuran, baik itu sayuran hijau maupun sayuran berwarna lainnya. Contohnya, bayam, wortel, sawi, atau brokoli.
  1. Protein; Bahan makanan yang mengandung protein, setidaknya harus ada sebanyak 15% dalam sepiring menu. Protein ini terkandung dalam kacang-kacangan, telur, ikan, daging ayam, ataupun daging sapi.
  1. Buah-buahan; Sisa 15% bagian lainnya diisi oleh buah-buahan. Seperti misalnya, pisang, jeruk, pepaya, melon, ataupun semangka.

Yes! Saya sudah tahu sekarang menu gizi seimbang itu apa. Selanjutnya, saya harus tahu permasalahan gizi Ibuk serta bahan-bahan makanan yang dipantangnya.

Departemen Kesehatan RI menyebutkan beberapa masalah gizi yang sering dialami para lansia. Di antaranya, masalah gigi: penyakit gusi, gigi ompong, dan penggunaan gigi palsu menimbulkan kesulitan saat mengunyah makanan, sensitivitas terhadap rasa haus berkurang sehingga sering dehidrasi, sensitivitas terhadap rasa dan aroma juga berkurang, serta konsumsi obat-obatan yang terkadang membuat mual dan nafsu makan menurun.

Selain itu, usia yang semakin tua juga berdampak pada penurunan indera penglihatan, pendengaran, daya ingat, dan kemampuan motoriknya. Ummm… Ibuk memang mulai sering bertanya letak kacamata, jam tangan, bahkan ponsel yang baru ia gunakan lima menit yang lalu.

Kalau untuk bahan makanan yang dipantang, Ibuk selama ini menghindari jeroan. Seperti misalnya, jantung, paru-paru, ati, dan ampela. Daging sapi juga Ibuk nggak terlalu suka karena kesulitan mengunyah. Jeroan dan daging sapi rupanya menjadi pemicu asam urat. Sejak menua, keluhan nyeri sendi Ibuk semakin menjadi. Itulah ketika penyakit asam uratnya kambuh.

Baiklah, berarti saya harus menghindari bahan makanan yang memicu asam urat. Dari kelompok sayuran, zat purin pemicu asam urat banyak ditemui di sayuran berwarna hijau seperti bayam dan kangkung. Sementara dari kelompok protein, kacang-kacangan seperti tempe dan tahu juga cenderung memicu asam urat.

Lalu, menu gizi seimbang apa yang cocok untuk Ibuk?

menu piring gizi seimbang buat ibuk

Setelah menimbang kebutuhan gizi Ibuk dan mengingat kemampuan saya dalam memasak, saya memutuskan untuk membuat menu yang terdiri dari nasi merah, sup sayur, ayam goreng, dan alpukat sebagai buah-buahan. Ayam gorengnya saya pakai Spicy Chicken Wings dari So Good. Simple kan?

  1. Nasi Merah

Nasi Merah ini mewakili kelompok karbohidrat. Saya memilih nasi merah karena nasi merah mengandung lebih sedikit gula dari nasi putih biasa. Lansia dianjurkan untuk mengurangi konsumsi gula.

nasi merah mengandung lebih banyak serat daripada nasi putih

Selain itu, nasi merah juga memiliki kandungan serat yang lebih tinggi namun lebih rendah kalori dibanding beras putih. Lansia masih membutuhkan serat sebab mobilitas ususnya telah menurun. Mobilitas usus yang menurun menyebabkan gangguan pada sistem pencernaan dan terkadang menimbulkan masalah buang air besar.

  1. Sup Sayur

Sayuran yang saya pakai untuk sup hanya tiga jenis saja. Yakni, wortel, kembang kol, dan brokoli. Saya juga menambahkan kentang, tapi kentang kan masuk dalam kategori karbohidrat.

sayuran hijau sebagai sumber protein nabati

Ketiga jenis sayuran itu saya pilih karena bebas zat purin. Wortel, selain itu, juga memiliki kandungan vitamin A yang berfungsi memberikan nutrisi pada indera penglihatan. Sementara itu, dari kembang kol, Ibuk dapat mengambil manfaat antioksidan, serat, juga vitamin C-nya. Meskipun, banyak juga kandungan kembang kol lainnya.

Dan, jenis yang ketiga, brokoli. Brokoli ini banyak sekali kandungan manfaatnya. Satu di antaranya adalah kandungan kalsiumnya. Kalsium dalam brokoli ini berguna untuk menambah kepadatan tulang pada lansia.

  1. Sayap ayam berbumbu pedas So Good

Saya sengaja memilih ayam bumbu pedas untuk memberikan sentuhan rasa kepada Ibuk. Sebab, sensitivitas rasa pada orang tua mulai menurun. Ibuk perlu variasi rasa untuk menambah nafsu makannya.

ayam bumbu pedas So Good sebagai sumber protein hewani

Spicy Chicken Wings dari So Good ini punya rasa pedas dan manis yang pas. Tinggal ‘sreeeng’, ayam berbumbu rempah nan sedap sudah bisa dinikmati dalam sekejap. Kalau saya harus meracik bumbunya sendiri, mungkin ibuk harus menunggu beberapa purnama lagi. Lelah.

Kalau soal kandungan gizinya, nggak perlu ragu lagi sama produk So Good. Spicy Chicken Wings dari So Good mengandung protein yang lebih besar daripada kandungan lemak dan karbohidratnya. Nutrisi itu saya yakin masih terjaga karena semua produk siap masak So Good melewati proses pemasakan hingga suhu 170 derajat celcius selama tidak kurang dari tiga menit, dan langsung dibekukan cepat dengan teknologi IQF. Teknologi itu untuk menjamin kesegaran, kelezatan, dan nutrisi yang terkandung dalam produk tersebut.

  1. Buah Alpukat

Ibuk sebenarnya tidak terlalu pemilih untuk urusan buah. Seingat saya, ibuk penyuka segala buah. Buah yang paling ia sukai itu duku, manggis, pisang, dan alpukat. Kebetulan kemarin ada tetangga yang menawari alpukat, jenis alpukat mentega lagi. Hmmmm… pas!

buah alpukat untuk menyempurnakan piring gizi seimbang

Alpukat ini punya banyak manfaat. Melihat kondisi kesehatan Ibuk, manfaat alpukat yang lebih besar itu untuk menjaga kesehatan jantungnya. Alpukat memiliki kandungan vitamin E, glutathione, dan lemak jenuh tunggal yang mampu menjaga kesehatan jantung. Selain itu, alpukat juga mengandung vitamin B6 dan asam folat yang berguna untuk mengatur kadar homocystein. Homocystein itu sering dikaitkan dengan faktor resiko penyakit jantung.

Kalau menu sudah didapat, tinggal eksekusinya nih! Beruntung ada banyak tukang belanjaan yang lewat depan rumah kalau pagi hari, jadi bisa langsung beli bahan-bahan segar. Mulai masak pukul 06.30 WIB, pukul 08.00 WIB menu itu sudah bisa dinikmati untuk sarapan. Lama ya? Ya, maklumlah, newbie

Oiya, ini ada sedikit tip dan trik yang saya dapat saat memasak untuk lansia. Sumbernya dari Departemen Kesehatan RI dan permintaan ibuk juga.

  • Tip: Sayuran harus seempuk mungkin supaya lansia tidak mengalami kesulitan saat mengunyah.

Trik: Potong sayuran kecil-kecil atau tipis-tipis sehingga lebih cepat matang dan empuk.

  • Tip: Gorengan jangan terlalu berminyak.

Trik: Setelah menggoreng, tiriskan. Setelah itu, peras sebentar dengan tisu makan.

  • Tip: Kandungan serat dalam buah-buahan juga harus dapat terserap dengan baik.

Trik: Suguhkan buah-buahan satu jam sebelum makan.  Untuk buah alpukat, Ibuk lebih senang diolah menjadi alpukat kocok atau jus alpukat. Konsumsi buah sebelum makan besar membuat kandungan gizi buah tersebut terserap dengan baik oleh tubuh.

 

Sekian aja deh story soal menu piring gizi seimbang untuk Ibuk. Semoga bermanfaat ya buat yang juga pusing cari menu gizi seimbang untuk para lanjut usia. Untuk lebih ringkasnya, kamu bisa tengok infografis di atas. []

 

Referensi:

  • http://sogood.id/apa-itu-gizi-seimbang/
  • http://gizi.depkes.go.id/wp-content/uploads/2013/09/Brosur-Makanan-Sehat-untuk-Lanjut-Usia.pdf
  • http://lagizi.com/apa-saja-kebutuhan-gizi-lansia/
  • https://www.webkesehatan.com/alpukat-kandungan-nutrisi-manfaat-kesehatan/
  • https://hellosehat.com/hidup-sehat/nutrisi/beras-merah-lebih-sehat-nasi-putih/
  • http://www.alodokter.com/rematik-asam-urat/penyebab

Comments

    1. Post
      Author
  1. Mero

    Wah giliran anak melayani ibuk ya, tapi jadi tahu cara memasak dan pemenuhan nutrisi yang bener untuk kita dan keluarga. Ternyata kita hanya perlu 35 persen karbo saja ya, sayur 35 persen dan selebihnya buah dan protein.

    1. Post
      Author
  2. Rizka

    Pembahasannya mantep banget. Seringnya kalo makan ya asal kenyang aja ya, tapi sekarang-sekarang ini jadi sering perhatiin gizinya juga.
    Oiya, so good ini emang enak banget, aku juga suka…

    1. Post
      Author
  3. Rina

    ngomong-ngomong soal sayuran musti empuk, kalau empuk rusak lho gizinya mbak, mungkin bisa diakalin denga juice/smothies sayur/buah

    1. Post
      Author
      wenny

      empuknya jangan yang terlalu mlonyot gitu kak, yang sedang aja. asal sudah bisa dipotong pakai garpu, sudah cukuplah itu. soalnya kalau gak empuk, jadi malah gak kemakan, kan sayaang…

    1. Post
      Author
    1. Post
      Author
  4. Arreza Mp

    menu dengan gizi yang baik, sangat dibutuhkan untuk anak, apalagi orang tua yang sejati nya setiap hari mencari rezeki untuk anak anak nya

    dari tulisan ini, saya mendapatkan inspirasi terbaru, bahwa menu dengan gizi seimbang dapat diterapkan dengan mudah

    so good juga bisa menjadi salah satu makanan ringan atau makanan berat yang bisa dimakan dengan lezat

    yummmm

    1. Post
      Author
    1. Post
      Author
  5. Sri murni

    Baca tulisannya jadi ke Inget Alm Ibu saya. Dia terkena diabetes jadi makannya harus dijaga dan gizinya harus dioerhatikan benar 2. Beras merah dan sayuran makanan Utama, kl ngemil keladi dan umi krn rendah gula.

    1. Post
      Author
  6. Nita Lana Faera

    Wah pasti senang banget nih Ibu, menu makanannya sangat diperhatikan sama anak perempuannya. Menu kadar gizi seimbang terkadang sebagian orang mikirnya ribet, padahal produk praktis dari So Good bisa memudahkan juga ya. Moga Ibu sehat2 selalu ya, Mba 🙂

    1. Post
      Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *