Infografis,  Kesehatan

Cara Mendaftar “Online” di RSUP dr Kariadi

RSUP dr. Kariadi menjadi rumah sakit rujukan number one di Semarang dan Jawa Tengah. Terutama, bagi para pemegang kartu BPJS Kesehatan. Pasien di rumah sakit itu bukan hanya berasal dari sesama daerah di Semarang, tetapi bahkan dari luar Semarang. Dari wilayah Jawa Timur pun kadang ada.

Kebayang dong betapa ramainya rumah sakit itu? Nah, bagusnya, RSUP dr Kariadi sudah menerapkan proses pendaftaran pasien secara online. Itu khusus untuk pasien rawat jalan. Pasien rawat inap, bisa melalui prosedur perawatan IGD atau perawatan setelah rawat jalan.

Pendaftaran online di RSUP dr. Kariadi sudah bisa dilakukan mulai sebulan hingga dua hari sebelum pemeriksaan. Ini memungkinkan pasien memilih hari dan menyiapkan segala sesuatu sebelum hari pemeriksaan tiba.

 

Bagaimana caranya?

Pasien atau keluarga pasien bisa mendaftar melalui tiga cara ini: telepon, sms, atau website. Dengan telepon, pasien bisa menghubungi nomor (024) 841-7200. Nomor itu terbuka untuk dihubungi selama lima hari, Senin sampai Jumat mulai pukul 07.00 sampai 18.00 WIB.

Cara nomor dua, dengan sms. Pasien bisa mengirimkan sms ke nomor 085 865 483 383. Formatnya: REG#<No Rekam Medis>#<Kode Poliklinik>#<Kode Dokter>#<Tanggal Periksa>#BPJS

Contohnya: REG#C12088#UPJ1#D5008#2018-01-01#BPJS

Cara yang terakhir, melalui website RSUP dr Kariadi. Pasien atau keluarga pasien bisa mengunjungi alamat situs www.rskariadi.co.id . Di alamat tersebut juga tertera daftar dokter dan polikliniknya.

 

Siapkan Data Pasien

Sebelum mendaftar, sebaiknya pasien menyiapkan data pasien. Yakni, nomor rekam medis pasien di RSUP dr Kariadi, tanggal pemeriksaan, nama dokter, dan poli yang dituju. Untuk melihat nama dokter dan poli-nya bisa melalui website. Misal, dr. Ilhamuddin dari poli jantung.

Tapi nanti ada pilihan instalasinya lagi. Ada dua pilihan instalasi. Instalasi umum dan instalasi insentif. Instalasi umum itu maksudnya, Poli Merpati. Di poli ini, pasien BPJS benar-benar gratis alias tidak dikenakan biaya tambahan lagi.

Sedangkan instalasi insentif itu ada dua – Poli Garuda dan Instalasi Elang. Instalasi Elang ini khusus menangani penyakit  jantung dan pembuluh darah. Penanganan penyakit lainnya diserahkan ke Poli Garuda. Nah, karena instalasi insentif, pasien BPJS dikenakan iur tambahan sebesar Rp 200 ribu untuk sekali periksa. Iuran itu termasuk biaya dokter dan biaya obat. Kalaupun ada tindakan lain seperti pemeriksaan laboratorium, tetap gratis – sudah termasuk iur tambahan.

 

Perbedaan antara Poli Merpati dan Poli Garuda/Elang

Sama-sama pasien BPJS kok harus tambah biaya sih di Poli Garuda atau Instalasi Elang? Ini karena perbedaan fasilitas antara Poli Merpati dan Poli Garuda/Elang. Perbedaannya sih lebih ke kenyamanannya.

Di Poli Garuda/Elang, pasien ditangani langsung oleh dokter spesialis. Bahkan hanya ada satu pasien pun, dokter spesialis tetap datang untuk memeriksa.

Kalau di Poli Merpati seperti apa? Kalau di Poli Merpati, dokter spesialis bisa menugaskan asisten dokternya untuk memeriksa para pasien. Padahal, pasien di Poli Merpati itu tidak mungkin cuma satu per hari-nya. Asisten dokter itu biasa dikenal dengan dokter residen. Ini dokter yang sedang belajar atau sedang mengambil spesialisasi di rumah sakit tersebut.

Perbedaan lainnya, soal fasilitas ruangan. Ruangan di Poli Garuda dan Instalasi Elang full AC. Sementara di Poli Merpati terbuka tanpa pendingin ruangan. Namun, ruangan tanpa AC mungkin cocok juga untuk karakter Poli Merpati yang ramai orang. Jadi tidak terlalu gerah. Tapi kalau matahari sedang terik-teriknya ya tetap gerah sih.

Pelayanan petugas dan susternya juga lebih ramah di Poli Garuda/Elang. Pasien dituntut untuk lebih mandiri saat berada di Poli Merpati. Apa-apa sendiri. Sementara jika di Poli Garuda, pindah dokter pun pasien diantar sampai pintu ruangan. Lalu dijelaskan apa yang harus dilakukan berikutnya.

Oiya, satu lagi perbedaan antara Poli Merpati dan Poli Garuda/Elang: ramai antrian. Di Poli Garuda/Elang, antriannya tidak panjang. Sementara di Poli Merpati, olala, panjang sekali. Pasien bisa berjam-jam menunggu untuk pendaftaran ulang di Poli Merpati. Itupun harus datang pagi-pagi sekali. Saya pernah datang sesaat setelah subuh untuk mengantri di Poli Merpati. Sementara di Poli Garuda, kita datang pukul 07.00 WIB, pukul 07.30 WIB atau pukul 08.00 WIB sudah selesai. Lebih menghemat waktu tentunya.

Tapi, kalau sudah sampai waktu bertemu dokter, rasanya, sama-sama aja. Kalau dokter sedang ada tindakan, pasien rawat jalan mau tak mau harus menunggu. Nunggunya bisa tiga atau lima jam lebih. Ini yang nggak nguati. Tapi harap maklum, tindakan seperti operasi jelas tidak bisa disudahi sesuka hati. Ini menyangkut nyawa seseorang. []

44 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *