Bermain Tebak-Tebakan Bersama Anak

Keponakan saya, Rayya, sedang senang-senangnya bermain tebak-tebakan. Sebulan yang lalu tentang binatang lalu merambah ke buah-buahan.

Ketika senang dengan hewan, dia akan minta tebak-tebakan sampai kami kehabisan ide hewan apa yang mau ditanya. Besoknya, dia minta tebak-tebakan lagi. Besoknya lagi, besoknya lagi.

Teranyar, dia senang tebak-tebakan tentang mobil-mobil yang ada di serial Tayo the Little Bus. Saya jarang menemaninya menonton Tayo. Ketika dia kemudian minta tebak-tebakan tentang mobil-mobil di film itu, saya lantas bilang, “Ayo kita nonton Tayo dulu. Onti kan mau tahu mobilnya apa aja di situ.” Dan untuk sesaat, dia pun melupakan larva, zara, dan diva yang biasanya ditonton via youtube. Yeay! Kuota terselamatkan!

“Ooh, Onti belum tahu ya ada mobil apa aja di Tayo…” balasnya.

Selanjutnya, kalau lagi di dalam rumah, dia pasti minta disetelin Tayo. Tapi … jadwalnya nggak setiap waktu. Alhasil, buka youtube juga. Oh, kuota.. kuota..

“Onti sini nonton Tayo. Biar Onti tahu mobilnya ada apa aja,” katanya.

Hmmm…¬†Sepertinya saya salah strategi.

 

Kartu-kartu ini membantu anak-anak belajar mengenal aneka satwa.

 

Me-request Pertanyaan

Kalau sudah dua atau tiga hari melayangkan tebak-tebakan yang sama, di hari keempat dan selanjutnya, dia sering me-request pertanyaan tebak-tebakan itu.

“Onti, kakak mau tebak-tebakan sapi!” katanya, suatu ketika.

Atau kalau kami bermain dengan kartu binatang, dia akan mencari satu kartu yang menjadi favoritnya, menunjukkan ke saya sembari berkata, “Kakak mau ini, Onti!”

Lah… jawabannya sudah ketemu kok masih minta ditanyai. Bukan tebak-tebakan itu namanya.

Awalnya saya geli sendiri tapi kemudian jadi malas menanyai. Soalnya, dia akan pasang muka sok ngerti gitu ketika diberi klu pertanyaan. Matanya di-merem-merem-in lalu mengangguk-angguk sendiri sambil menoleh ke kanan-kiri. Mulutnya mingkem, senyam-senyum sendiri.

Ketika saya sampai pada kalimat, “Siapakah aku?”

Dia langsung membuka mata, terus bilang dengan santai, “Itu sapi.”

Heuuuu.. nyebelin.

Kadang, ketika request, dia tidak menyebutkan secara spesifik jawabannya. Dia pernah cuma bilang, “Mobil yang warnanya merah itu lhooo.” Dan kami, harus sudah tahu bahwa yang dia maksud adalah ‘mobil pemadam kebakaran’.

Lalu saya akan mengawali pertanyaan dengan: “Siapakah aku? Aku berwarna merah.”

Uniknya, dia akan melanjutkan, “Dia punya tangga nggak?” atau “Dia punya sirine nggak?” dan “Terus dia punya apa lagi, Onti?”

Meringankan tugas sih. Saya tinggal menjawab ya atau tidak. Lalu dia akan menjawab pertanyaan saya dengan, “Itu mobil kebakaran.”

“Mobil pemadam kebakaran,” sahutku membenarkan. Padahal, sejatinya dia sudah tahu jawabannya.

 

Kartu-kartu ini biasa dimainkan untuk tebak-tebakan nama hewan.

 

Menghafal Pertanyaan

Rayya belum mengenal huruf dengan baik. Di usianya yang hampir 4 tahun ini, dia baru bisa membaca dan menulis huruf “O”. Dua puluh lima huruf lainnya masih dalam tahap pembelajaran.

Karena belum mengenal huruf itulah, dia masih belum bisa mengerti kalau saya memberikan klu pertanyaan “Namaku dimulai dari huruf blablabla.”

Kalau saya berkata ‘S’ dia mungkin akan menjawab ‘Domba’ padahal yang saya maksud ‘Sapi’.

Namun, meski belum mengenal huruf, dia mampu menghafalkan pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan. Misalnya, ketika saya bermaksud memberikan tebak-tebakan yang jawabannya ‘sapi’, saya akan memberikan klu:

“Kakiku empat.” // “Aku bisa menghasilkan susu.” // “Susuku disukai anak-anak, seperti kakak.”

Lalu di hari berikutnya, dia akan meminta tebak-tebakan lagi. Dia akan mematri klu itu sebagai pertanyaan untuk ‘sapi’. Ketika ada klu yang tidak saya berikan, dia akan bertanya untuk memastikannya. Seperti misalnya, “Dia punya susu ya, Onti?”

Mungkin inilah cara dia untuk mempelajari sesuatu. Pernah, satu kali tebak-tebakan, pembahasannya sampai panjang sekali. Kali itu, saya memberinya tebak-tebakan tentang mobil pemadam kebakaran. Dia berhasil menjawabnya namun kemudian balik bertanya.

“Di sini ada mobil pemadam kebakaran nggak, Onti?” // “Di sini ada kebakaran nggak, Onti?” // “Mobil pemadam kebakaran itu adanya di mana?” // “Mobil pemadam kebakaran itu kerjanya gimana?” //

Dan berujung pada “Kakak mau lihat mobil pemadam kebakaran, Onti!” Itu artinya dia mau lihat film Tayo yang ada aksi mobil pemadam kebakarannya.

Dihujani pertanyaan semacam itu mau tak mau membuat otak berputar. Bukan sekedar mencari jawabannya tetapi memberikan jawaban yang bisa dimengerti dan dipahami anak-anak seusianya. Itu baru tentang mobil, belum yang lain-lainnya.

Baiklah. Ayo giat belajar! #singsingkanlenganbaju []

Comments

    1. Post
      Author
    1. Post
      Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *