• Jurnal Kegiatan Anak

    MPASI dengan Alpukat

    Yeay! Masa tiga hari pengenalan rasa buah pisang sudah habis. (Ceritanya bisa dibaca di sini.) Sekarang gantian pengenalan rasa buah kedua. Mamak pilih buah … jeng jeng jeeeng … … alpukat! 🌱🌱🌱 Alpukat atau avocado ini mamak pilih karena teksturnya yang udah lembut. Jadi nggak payah-payah buat ngolahnya. Bisa langsung dibejek-bejek a.k.a dilumatkan pakai sendok atau dihaluskan dengan blender. Mamak pilih pakai blender saja. Biar cepat. Pertama kali makan, porsi yang bisa masuk mulut seperempat butir aja. Yang diblender sih tetap setengah butir tapi hasilnya dibagi dua. Setengah bagian disuapkan ke anak, setengah lagi disimpan di kulkas. Niat hati sih untuk makan siang atau sore. Ternyata eh ternyata, nggak bagus.…

  • Komunikasi

    I-MESSAGE untuk Hubungan Lebih Langgeng

    Kalau mau marah, coba kontrol kata-katamu dengan teknik I-Message. Sila nikmati hasilnya. 🚀🚀🚀 Setelah ‘bergulat’ tak tentu arah, Abdillah akhirnya tidur juga. Waktu itu masih pukul 20.00 wib. “Masih bisalah melakukan ‘me time‘ sejenak,” pikirku. Tapi anak lanang itu lalu menggeliat dan berguling ke sisi kanan. Hap! Cepat saja dia sudah tengkurap. Matanya terbuka dan dia mulai merengek. Kalau sudah begini, harus ditangkap dan ditelentangkan lagi, kemudian ‘disumpal’ susu. Sayang, mamak kalah cepat. Abah langsung rebah di samping Abdillah dan mempersiapkan senyum termanisnya. Melihat itu, rengekan Abdillah berubah jadi senyuman. Mamak cuma bisa mbatin, “Gagal deh me time-nya.” Bocah 6 bulan itu kini sudah mulai suka bermain. Cukup beradu pandang…

  • Jurnal Kegiatan Anak

    Pertama MPASI, Porsinya Sedikit Sekali

    Hari ini, Abdillah berusia 5 bulan 29 hari. Belum genap 6 bulan tapi hari ini dia mulai makan MPASI – Makanan Pendamping Air Susu Ibu. Pertimbangan saya cuma karena hari ini Senin, awal pekan baru untuk memulai sesuatu yang baru. Menu pertamanya pisang ambon. Simple banget! Pisang dikerok lalu disuapin gitu aja. Karena ternyata, teksturnya memang sudah lembut. Saking lembutnya sampai netes-netes kalau sendok dimiringin. Kalau menurut @Indah Riadani sih begitu cara ngetes kekentalan MPASI: sendoknya dimiringin. Kalau ada yang netes berarti sudah cukup kental. Dikira mamak, ini anak bakal makan banyak. Soalnya kalau lihat orang makan, Abdillah suka heboh sendiri pengin ngerebut sendok. Atauuu.. suka bikin orang nggak jadi…

  • Jurnal Kegiatan Anak

    MPASI Bayi 6 Bulan ala WHO & UNICEF

    Ketika umur Abdillah 6 bulan, ia harus sudah mulai mengkonsumsi MPASI. Sebab ASI eksklusif hanya diberikan pada bayi usia 0-6 bulan. Nah, masalahnya, ummik bingung, makanan apa yang paling pas diberikan buat Abdillah di awal tahapan makannya itu? Seberapa banyak? Sesering apa? Alhamdulillah ummik ketemu blog duniasehat.net milik ante Annisa Kardi yang bicara banyak tentang makanan pendamping ASI. Ummik juga dapat referensi dari WHO, UNICEF, dan IDAI. Nih, ummik jabarkan di sini. Bayi harus mulai dikenalkan pada makanan ketika ia berusia 6 bulan atau, dengan kondisi tertentu, ketika ia berusia 4 bulan lebih. Tidak boleh kurang dari itu sebab dapat mengganggu sistem pencernaan bayi. Sistem cerna bayi belum matang untuk…

  • Kompetisi Blog

    My 2018 Best Moment: Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti

    Saya bukan orang yang pandai mengingat. Namun, tahun 2018 ini sepertinya akan menjadi tahun yang tak pernah terlupakan dalam hidup saya. Sebuah pergantian hidup. Yang patah tumbuh, yang hilang berganti. … Kisahnya bermula di awal September tahun lalu. Papa sakit. Aku pun terbang ke Semarang untuk menemani mama merawat papa. Awalnya kupikir sakit biasa, karena toh papa masih bisa membuat lelucon saat badannya terbaring di ranjang rumah sakit. Tapi dokter langsung memintanya menginap saat pertama kali papa datang berobat. Serangkaian tes papa jalani selama dua hari di RS itu. Papa bilang, mungkin stroke ringan. Dokter sudah datang berkunjung atau istilahnya ‘visit‘. Namun, ia tak memberi tahu hasilnya. Setelah dokter itu…

  • Kesehatan

    Perlindungan Imunisasi Bagi Generasi Negeri

    Terngiang-ngiang ucapan Bu Bidan saat saya mengantar Abdillah imunisasi beberapa waktu lalu. “Imunisasi campak ini sudah diganti dengan MR ya, Bu. Ada tambahan untuk (penyakit) rubella,” katanya sambil membubuhkan tulisan MR pada halaman imunisasi di buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) milik Abdillah. “Wah, MR ya,” jawabku. “Tenang. Masih lama, di usia sembilan bulan,” ujarnya lagi. Dag dig dug saya mendengar imunisasi MR. Sebab, imunisasi MR tengah hangat diperbincangkan khalayak negeri ini. Terlebih setelah banyaknya penolakan di beberapa daerah di luar Jawa. Yang ada efek sampingnya-lah, yang haram-lah… Gimana nih? Cari tahu dululah, yuk!   Ada apa sih dengan imunisasi MR? Hasil googling, imunisasi MR ini merupakan imunisasi yang diberikan…

  • Jalan

    Perjalanan Panjang ke Selatpanjang (Bagian 2 – Habis)

    Meski sudah berada di satu provinsi, jarak Pekanbaru-Selatpanjang masih jauh. Di peta bisa saja ditarik garis lurus, sejatinya, berkelok-kelok dan kami harus tiga kali ganti armada. Lama dan melelahkan. … Kami memutuskan bermalam di Pekanbaru. Eh, memang harus bermalam sih, karena sudah terlambat untuk memesan tiket. Badan sudah terasa penat. Abdillah pun sedari siang berada di gendongan. Kami butuh meluruskan pinggang. Abah Abdillah sudah memesan kamar di Grand Tjokro. Jadilah, dari bandara kami langsung menuju hotel itu. Tidak jauh, alhamdulillah. Abdillah langsung rebah sesampainya kami di hotel. Sembari dia bermain bersama abah, aku mandi supaya hilang segala penat diri. Setelah itu rebah di samping dan menyusuinya. Tak butuh waktu lama…

  • Cerita Wenny,  Jalan

    Perjalanan Panjang ke Selatpanjang (Bagian 1)

    Setelah sepekan berlalu, baru bisa kumenepuk pundak sendiri. “Kamu bisa, Wen!” Alhamdulillah. Memang terasa sekali Allah memudahkan perjalanan kemarin. Hingga kami bisa tiba di Selatpanjang dengan selamat. *** Rabu, 29 Agustus 2018. Pukul 23.00 wib.   Astaga, ketiduran! Ingin rasanya memarahi diri karena tak bisa menahan kantuk saat menyusui Abdillah malam itu. Tapi, sudah bangun pun rasa penat masih tertinggal di badan. Tandanya, ini capek beneran. Kutengok Abdillah, masih pulas tidurnya. Mama, embak, dan duo krucils —Rayya Rafif terlelap di kamar sebelah. Berat rasanya hendak bangkit dari kasur tapi aku harus berkemas sekarang. Tak ada waktu lagi. Aku beringsut menuju kamar mandi, membasuh muka. Lalu mengambil koper untuk membawa barang bawaan.…

  • Cerita Wenny

    Tentang Ibu Profesional, Kebanggaan Keluarga

    ♥ Nice Homework #2 ♥ Sejak lama, saya selalu berpikir, yang namanya ‘ibu’ itu ya harusnya di rumah. Ngurus anak, ngurus suami. Stay-at-home-mom gitu kalau istilahnya sekarang. Namun, setelah bergabung di Institut Ibu Profesional (IIP), pandangan itu harus saya hapus. Seorang ibu tidak harus yang menyandang predikat ‘IRT ~Ibu Rumah Tangga’. Makanya sekarang ada istilah worked-mom. Seorang ibu, yang profesional, adalah yang bisa seimbang dalam mengerjakan tugas dan membersamai anak dan suami. Lebih lanjut, mba fasil(itator) Marita Ningtyas mengatakan, ibu profesional adalah ibu yang mengenal dirinya sendiri. Tahu kebutuhannya, tahu passion-nya. Ibu Septi Peni Wulandani, Founder IIP, bahkan mengatakan, “Pekerjaan dan membersamai anak itu bukan yang saling bertolak belakang tetapi bisa berjalan beriringan.” Makanya, di…

  • Cerita Wenny

    Mari Menuntut Ilmu Menjadi Ibu Sukses nan Bahagia

    ♥ Nice Homework #1 ♥   Tentukan satu jurusan ilmu yang akan Anda tekuni di universitas kehidupan ini.   Ketika pertanyaan itu mendarat di hadapan, otak lalu berpikir, “Mau belajar apa lagi? Ngeblog, jualan, masak, atau jahit?” Sudut lain dari otak pun menjawab, “Belajar apalah gitu yang penting bisa jadi duit.” Suara dari dua sudut itu terus bertukar kata. Tangan saya masih berkutat dengan air dan busa sabun cucian. Piring kotor menumpuk. Tetiba ada suara lain yang ikut nimbrung. “Sudah bukan waktunya lagi buat kamu ngejar dunia. Gimana kalau kamu mati besok? Sudah ada persiapan?” Hedeuh. Sebenarnya enggak pengin mikir itu dulu. Tapi, soal mati itu kan pasti. Waktunya saja…